logo hptik 200 X 206Forum Pengelola Teknologi Informasi Pendidikan Nonformal (FPTI PNF) dibentuk tatkala saat itu (2006) ada program sistem manajemen informasi dan pendataan pendidikan nonformal melalui UPT/UPTD provinsi dan kabupaten/kota. Pada kesempatan berikutnya sebagian forum ini menopang program pendataan NUPTK bagi PTK PNF sampai akhirnya dipending oleh pihak kementerian. Jadi pada awalnya embrio forum ini adalah pengelola teknologi informasi pada satuan atau lembaga pendidikan nonformal.

Dalam perjalanan berikutnya bergabung pula berbagai pihak atau PTK PNF/PAUDNI yang berkecimpung di bidang teknologi informasi, walaupun bukan berstatus sebagai pengelola teknologi informasi. Kata atau nomenklatur pengelola inilah yang kemudian membelenggu organisasi untuk melakukan aktivitas dan mengembangkan program-programnya. Walaupun sudah ada tambahan anggota, tapi jumlah anggota relatif stagnan.

Pada suatu kesempatan (14/09) Kasubdit PTK Dikmas, Abubakar Umar, mempertanyakan keberadaan dan kontribusi yang dapat dilakukan bagi dunia pendidikan nonformal. Menurut Abubakar, jika perlu tahun depan (2013) tidak perlu dimasukkan dalam usulan mata lomba apresiasi PTK PAUDNI karena dipandang belum jelas keberadaan dan kontribusinya. Sejurus saya menjawab perlu diberi waktu satu atau dua tahun lagi, karena pada Rakernas FPTI PNF tahun 2011 disepakati untuk merubah FPTI PNF menjadi Himpunan Penggiat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Nonformal (HPTIK PNF).

Ketika HPTIK PNF berubah menjadi himpunan penggiat, bukan lagi forum pengelola, maka akan lebih mudah untuk melakukan rekrutmen anggota dan mengembangkan kegiatan. Setiap PTK PAUDNI yang ingin belajar dan berbagi dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi pendidikan dapat menjadi anggota dan menjadikan HPTIK PNF sebagai wadah meningkatkan kompetensi di bidang TIK.

Kegiatan HPTIK PNF pun bisa dimulai dari yang sederhana, misalnya melakukan workshop bagi pendidik PAUD agar menguasai program microsoft office (terutama word dan excel) sehingga dapat menunjang kelancaran tugas. Pamong belajar dan instruktur kursus dapat mengembangkan diri di HPTIK PNF dengan meningkatkan kemampuan presentasi yang powerfull dengan mengoptimalkan powerpoint, tidak sekedar copy paste tulisan dipowerpoint. Di samping itu bisa belajar mengembangkan media belajar berbasis TIK, misalnya dengan program Lectora.

Penilik dan pamong belajar yang sering mengikuti pembahasan penyusunan pedoman bisa diberi masukan cara mengaktifkan fitur track changes sehingga tidak perlu repot secara manual memberi tanda atau komen.

Sementara itu pengelola dan instruktur kursus dapat dibantu melakukan marketingdengan menggunakan website atau blog. Pemasaran melalui media internet ini bisa juga dilakukan oleh PKBM, TBM, lembaga PAUD dan satuan pendidikan nonformal lainnya.

Kegiatan yang sifatnya sederhana tersebut di atas sudah dilakukan oleh DPD FPTI PNF Provinsi DIY beberapa waktu yang lalu (2011 dan 2012) bekerja sama dengan DPD HIPKI DIY dan BPKB DIY.

Dengan demikian FPTI PNF yang akan berubah menjadi HPTIK PNF ini bisa merengkuh semua PTK PAUDNI, dan menjadikan masyarakat menjadi melek komputer dan melek teknologi informasi. Karena itulah platform program HPTIK PNF ke depan seharusnya mendukung program literacy computer dan literacy information technology. Di samping juga mengembangkan program teknologi informasi dan komunikasi pendidikan yang bersifat advance.