Menyusun Program Mata Pelajaran Pemberdayaan

Penyusunan program mata pelajaran pemberdayaan di PKBM.

Yogyakarta (01/09/2019) Pada intinya program mata pelajaran pemberdayaan adalah bersifat soft skills untuk menunjang keterampilan yang dikuasai. Misalnya pada keterampilan pilihan ada program Tata Busana atau Beternak Ikan Konsumsi, maka pada mata pelajaran pemberdayaan diberikan materi kewirausahaan yang dimaksudkan untuk membekali peserta didik agar mampu menjadi penjahit yang sukses, atau petani ikan yang laris manis.

Dapat pula program pemberdayaan memberikan bekal agar peserta didik dapat menyesuaikan diri dalam kehidupan masyarakat, misalnya diberikan bekal tentang keterampilan berbicara (public speaking), pengembangan diri, dinamika kelompok, out bond, atau kegiatan lainnya yang bersifat meningkatkan kapasitas diri agar lebih berdaya di tengah masyarakat.

Program muatan pemberdayaan pada struktur kurikulum dan dokumen laporan hasil belajar menjadi bentuk mata pelajaran pemberdayaan. Agar mata pelajaran pemberdayaan dilaksanakan tidak secara sporadis tanpa perencanaan yang matang maka perlu dilakukan penyusunan muatan pemberdayaan sejak tingkatan awal sampai akhir. Misalnya pada program Paket C mata pelajaran pemberdayaan sudah dirancang selama satu paket program kurikulum sejak paket kompetensi 5.1, 5.2, 5.3, 5.4, 6.1, dan 6.2 atau keseluruhan enam paket kompetensi.

Langkah-langkah dalam menyusun mata pelajaran pemberdayaan adalah sebagai berikut.

Langkah Pertama. Langkah pertama adalah melakukan identifikasi potensi diri dan lingkungan dengan mempertimbangkan permasalahan yang dihadapi di masyarakat.

Kegiatan identifikasi potensi diri dan lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan diskusi potensi individu, kolektif dan lingkungan yang dimiliki oleh satuan pendidikan dan permasalahan peserta didik dan lingkungan masyakarat. Untuk melakukan diskusi dapat dipandu dengan tabel berikut ini.

Tabel 1. Identifikasi Potensi Diri dan Lingkungan

Kesimpulan:

Potensi pemberdayaan yang dapat dikembangkan pada Program Paket A/Paket B/Paket C:

………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………

Langkah Kedua. Penyusunan muatan mata pelajaran pemberdayaan memperhatikan karakter peserta didik (usia, kondisi psikologis, minat belajar dll). Program pemberdayaan disusun untuk setiap paket kompetensi dengan merumuskan kegiatan dan materi pemberdayaan mulai dari paket kompetensi awal hingga paket kompetensi akhir.

Tabel 2. Muatan Mata Pelajaran Pemberdayaan

Muatan Mata Pelajaran Pemberdayaan Program Paket A/B/C (Pilih salah satu, dan dibuat semuanya jika ada)

Keterangan isian kolom:

Kegiatan :     Ditulis bentuk kegiatan muatan pemberdayaan yang akan dilaksanakan

Tujuan :     Ditulis rumusan tujuan yang akan dicapai.

Indikator :     Ditulis rumusan indikator yang dijabarkan dari rumusan tujuan. Perhatikan penggunaan kata kerja operasional yang dapat diukur.

Materi  :     Ditulis uraian pokok materi muatan pemberdayaan sesuai dengan kegiatan yang dilaksanakan.

Waktu :     Ditulis alokasi waktu yang diperlukan dalam satuan jam pelajaran.

Paket Kompetensi :     Ditulis kode Paket Kompetensi pada saat muatan pemberdayaan dilaksanakan.

Langkah Ketiga. Melakukan alokasi kegiatan dan materi muatan mata pelajaran ke dalam paket kompetensi dengan memperhatikan jumlah beban belajar setelah dikonversi ke dalam jam pelajaran. Alokasi kegiatan dimasukkan ke dalam format rencana pelaksanaan mata pelajaran Pemberdayaan untuk setiap paket kompetensi.

Tabel 3. Contoh Format Rencana Pelaksanaan Mata Pelajaran Pemberdayaan

Rencana Pelaksanaan Mata Pelajaran Pemberdayaan Paket C Tingkatan 5

Nama PKBM/SKB: ……………………………………………………………….

Keterangan kolom dan isian.

PK :     Paket kompetensi, ditulis sesuai paket kompetensi yang dilaksanakan.

SKK :     Satuan kredit kompetensi, diisi sesuai hasil pemetaan SKK pada paket kompetensi yang bersangkutan.

MG EF :     minggu efektif, diisi jumlah minggu efektif pembelajaran pada paket kompetensi yang bersangkutan. Sebagai contoh, pada paket kompetensi ganjil (5.1 dan 5.3) jumlah minggu efektif adalah 18 minggu. Sedangkan pada paket kompetensi genap (5.2 dan 5.4) terdapat minggu efektif 14 minggu, karena ada pelaksanaan USBN dan ujian nasional sehingga minggu efektif lebih sedikit daripada paket kompetensi ganjil.

JML JPL :     jumlah jam pelajaran, adalah jumlah perkalian antara SKK dan minggu efektif. Hasil perkalian, misalnya 2 X 18 = 36 JPL, adalah jumlah alokasi waktu pelaksanaan mata pelajaran Pemberdayaan selama satu paket kompetensi.

KEGIATAN :     uraian kegiatan diambilkan dari hasil identifikasi pada tabel 2, yaitu kolom kegiatan.

MATERI :     uraian materi diambilkan dari hasil identifikasi pada tabel 2, yaitu kolom materi. Setiap kegiatan terdiri dari beberapa materi. Setiap materi diberikan alokasi waktu jam pelajaran. Jumlah keseluruhan alokasi waktu harus sama dengan jumlah ketersediaan jam pelajaran pada paket kompetensi tersebut.

Langkah Keempat. Pelaksanaan pembelajaran dapat dilakukan secara blok waktu atau mingguan. Misalnya setelah dikonversi ke dalam jam pelajaran ditemukan sebuah kegiatan pemberdayaan memerlukan waktu 10 jam pelajaran. Kegiatan pemberdayaan, misalnya latihan kepemimpinan pemuda, dilakukan blok waktu jika dilakukan langsung selama 10 jam pelajaran dalam satu hari. Kegiatan dilakukan secara mingguan jika setiap minggu dilaksanakan 2 jam pelajaran pada hari tertentu. [fauziep]

4 tanggapan pada “Menyusun Program Mata Pelajaran Pemberdayaan”

Tinggalkan Balasan