pelaksanaan UNSolo (30/09/2015) Kisi-kisi Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) tahun pelajaran 2015/2016 direncanakan menggunakan irisan kurikulum lama dan kurikulum 2013 (kurikulum nasional). Demikian kebijakan yang disampaikan Puskurbuk Balitbangdikbud Kemdikbud di depan peserta Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan di Solo. Kontan saja kebijakan ini membuat resah peserta karena penyelenggara program pendidikan kesetaraan belum mengimplementasikan kurikulum 2013.

Direncanakan kisi-kisi soal UNPK tahun 2016 disusun dengan mempertimbangkan irisan lingkup materi dari kurikulum 2006 dan kurikulum 2013. Persoalannya adalah pendidikan kesetaraan hingga kini belum menerapkan kurikulum 2013. Payung hukum kurikulum 2013 yang diberlakukan untuk pendidikan kesetaraan sampai kini baru sebatas standar kompetensi lulusan sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 54 Tahun 2013, dan standar isi sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 64 Tahun 2013. Belum ada kerangka dasar dan struktur kurikulum untuk Paket A, Paket B dan Paket C. Bahkan Permendikbud nomor 64 Tahun 2014 belum mencabut Permendiknas nomor 14 Tahun 2007 tentang Standar Isi Program Paket A, Paket B dan Paket C.

Kurikulum pada pendidikan kesetaraan baru bisa diimplementasi jika sudah ada payung hukum berupa Permendikbud yang mengatur kerangka dasar dan struktur kurikulumnya. Jika menggunakan kerangka dasar dan struktur kurikulum untuk SD, SMP atau SMA maka pelaksanaan pembelajaran akan seperti persekolahan.

Karena itu sangat aneh jika kisi-kisi UNPK tahun 2016 menggunakan irisan lingkup materi dari kurikulum 2006 dan kurikulum 2013. Barangkali lingkup materi pada standar isi sebagaimana tertuang dalam Permendikbud Nomor 64 Tahun 2013 dapat dijadikan rujukan. Tapi tidak fair jika dipaksakan menggunakan irisan karena semua penyelenggara program pendidikan kesetaraan belum pernah mendapatkan sosialisasi terkait implementasi kurikulum 2013 pada pendidikan kesetaraan.

Saat ini kisi-kisi soal UNPK belum ditetapkan, jadi alangkah bijaknya jika penyusunan kisi-kisi mempertimbangkan masukan peserta rapat koordinasi agar menggunakan acuan standar isi Permendiknas Nomor 14 Tahun 2007, karena standar isi itulah yang digunakan acuan untuk menyelenggarakan program pendidikan kesetaraan. Sehingga dengan demikian soal UNPK sebagai sebuah alat ukur benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. [fauziep]