Menuliskan Satuan Pendidikan Penyelenggara UPK dan UN pada Ijazah Diksetara

Ungaran (13/10/2017) Simpang siur kejelasan penulisan ijazah pendidikan kesetaraan masih terjadi. Maklum inilah kali pertama satuan pendidikan nonformal menandatangani ijazah. Hal yang masih menjadi pertanyaan adalah penulisan satuan pendidikan penyelenggara ujian pendidikan dan satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional. Terjadi perdebatan satuan pendidikan penyelenggara ujian pendidikan kesetaraan (UPK) tidak harus yang terakreditasi. Apakah betul?

Mari kita tengok kembali pasal 61 ayat (2) UU Sisdiknas disebutkan bahwa “Ijazah diberikan kepada peserta didik sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau penyelesaian suatu jenjang pendidikan setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi.” Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) pada 5 Februari 2017, saat itu  dijabat Prof Dr Erika B. Laconi, menjelaskan bahwa semua ujian (dalam posisi sekarang, termasuk UN, USBN, dan US), diselenggarakan dan/atau dilaksanakan oleh satuan pendidikan terakreditasi.

Berdasarkan penjelasan tersebut maka jelas bahwa ujian pendidikan kesetaraan (UPK) yang merupakan bentuk ujian sekolah pada pendidikan kesetaraan harus diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi. Penulisan ijazah pada baris satuan pendidikan penyelenggara ujian pendidikan kesetaraan (nomor 11 pada gambar di atas) dituliskan nama satuan pendidikan terakreditasi. Bukan satuan pendidikan asal di mana peserta didik berasal yang satuan pendidikannya belum terakreditasi.

Jika satuan pendidikan belum terakreditasi maka nama satuan pendidikan penyelenggara UPK dan penyelenggara UN ditulis dengan nama satuan pendidikan yang terakreditasi atau satuan pendidikan yang diinduki. Kepala atau Ketua satuan pendidikan asal tetap berhak tanda tanda pada ijazah. Sehingga jika nama satuan pendidikan penyelenggara UPK dan UN berbeda dengan penandatangan ijazah maka dapat disimpulkan jika satuan pendidikan yang bersangkutan belum terakreditasi.

Jika satuan pendidikan sudah terakreditasi, maka semua tulisan nama satuan pendidikan penyelenggara UPK dan UN sama dengan nama satuan pendidikan penandatangan ijazah. Kecuali pada kasus misalnya jumlah peserta didik ujian nasional kurang dari 20 orang, maka satuan pendidikan tersebut bergabung pada satuan pendidikan lainnya yang terakreditasi.

Kesimpulan pada penulisan ijazah:

  • Satuan pendidikan penyelenggara ujian pendidikan kesetaraan ditulis satdik terakreditasi
  • Satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional adalah satdik terakreditasi

Semoga menjadi jelas. [fauziep]

Tinggalkan Balasan