Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Tingkat Nasional Tahun 2016

Menuju PaluYogyakarta (20/05/2016) Dua hari lagi gelaran tahunan insan guru dan tenaga kependidikan PAUD dan pendidikan masyarakat (GTK PAUD dan Dikmas) akan dimulai di Palu, Sulawesi Tengah. Ajang Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas merupakan wahana pemberian penghargaan bagi mereka yang sudah memberikan sumbangsih karya nyata inovasi di lapangan.

“Guru dan tenaga kependidikan merupakan faktor penting dalam penyelenggaraan program pembelajaran guna mendukung implementasi Revolusi Mental terutama dalam konteks mengubah karakter bangsa ke arah yang lebih baik,” ungkap Sumarna Surapranata, Ph.D Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud. Oleh karena itu, guru dan tenaga kependidikan perlu diberikan penghargaan sesuai dengan prestasi yang dicapai dan dedikasi dalam melaksanakan tugas pembelajaran di berbagai wilayah Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan termasuk bagi guru (pendidik) dan tenaga kependidikan PAUD dan Dikmas yang berada pada jalur pendidikan nonformal.

Untuk mendapatkan penghargaan tingkat nasional, para guru dan tenaga kependidikan PAUD dan Dikmas akan dinilai melalui tahapan penilaian naskah, tes tertulis (tes psikologi) dan presentasi. Terdapat 16 jenis GTK PAUD dan Dikmas yang akan beradu inovasi karya nyata untuk mendapatkan penghargaan yang terbaik. Keenambelas jenis GTK tersebut yaitu, Guru KB/TPA/SPS, Pengelola KB/TPA/SPS, Instruktur Komputer, Instruktur Tata Rias Rambut, Instruktur Tata Rias Pengantin, Instruktur Tata Busana, Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), Pamong Belajar pada Sanggar Kegiatan Belajar, Penilik, Pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM),Tutor Paket A, Tutor Paket B, Tutor Paket C, dan Kepala Sanggar Kegiatan Belajar.

Asa telah dibentangkan. Buktinya kegiatan apresiasi ini mampu meningkatkan antusias para guru PAUD, tutor, instruktur, pamong belajar serta tenaga kependidikan lainnya. Antusias meraih asa, meraih prestasi. Prestasi yang mampu meningkatkan rasa percaya diri, lebih dari itu pengakuan atas inovasi karya nyatanya. Bukan karya tulis yang dibuat seakan karya nyata. Paling tidak hadiah 30 juta rupiah bagi juara I, 25 juta rupiah juara II, 20 juta rupiah juara III, 15 juta rupiah juara IV dan 10 juta rupiah juara V menjadikan daya tarik sendiri bagi kalangan guru dan tenaga kependidikan pada jalur pendidikan nonformal ini. Bahkan bagi peserta yang tidak memperoleh kejuaraan akan tetap diberi penghargaan berupa imbal prestasi sebesar 5 juta rupiah. Penghargaan atas prestasinya yang mampu tampil di tingkat nasional.

Di samping itu, kegiatan apresiasi ini dapat dijadikan sebagai ajang untuk berbagi inovasi karya nyata. Karena itulah presentasi karya nyata tidak dilakukan secara tertutup, melainkan secara terbuka. Pelaksanaan presentasi secara terbuka diharapkan peserta dapat saling mencermati dan menyerap pengalaman baik (best practice) peserta lainnya yang dapat diaplikasikan di daerahnya masing-masing. Karya nyata terbaik tidak ada artinya jika tidak mampu dibagikan kepada orang lain. Tidak dapat diaplikasikan pada daerah lain, tentu saja dengan melakukan penyesuaian.

Selamat meraih asa dan berbagi inovasi! Palu, kami datang!

[fauziep]