Mengapa Pendidikan Kesetaraan Tidak Bisa Menggunakan Format Rapot K13 Sekolah?

Format Rapor K13 Pendidikan Kesetaraan

Yogyakarta (21/05/2020) Pendidikan kesetaraan sudah mengimplementasikan kurikulum 2013, dan saat ini menjelang pengisian rapor. Nah, pendidikan kesetaraan tidak bisa menggunakan format rapor K13 yang digunakan oleh sekolah (pendidikan formal). Mengapa? Simak penjelasannya.

Pertama, terdapat perbedaan struktur kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan dan pendidikan formal. Karena tidak sama maka terdapat perbedaan mata pelajaran yang disajikan dalam format rapor. Mata pelajaran Olah Raga dan Rekreasi, Seni Budaya, serta Prakarya disajikan sebagai mata pelajaran yang masing-masing berdiri sendiri. Sedangkan pada struktur kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan (Paket A, Paket B dan Paket C) merupakan bagian dari mata pelajaran Keterampilan Wajib. Jadi dalam format rapor K13 pendidikan kesetaraan disajikan nilai mata pelajaran Keterampilan Wajib tidak dalam bukan dalam mata pelajaran terpisah. Artinya nilai ketiga muatan tersebut (Olah Raga dan Rekreasi, Seni Budaya, serta Prakarya) tersebut digabung menjadi satu.

Kemudian pada mata pelajaran kelompok khusus, di samping mata pelajaran keterampilan wajib juga terdapat mata pelajaran Pemberdayaan dan mata pelajaran Keterampilan Pilihan. Mata pelajaran Pemberdayaan, Keterampilan Wajib dan Keterampilan Pilihan hanya terdapat dalam struktur kurikulum 2013 dan format rapor pendidikan kesetaraan. Tidak terdapat dalam format rapor pendidikan sekolah.

Kedua, nilai pada kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan dicantumkan untuk setiap modul. Tidak seperti rapor pendidikan sekolah yang disajikan untuk setiap semester. Dalam satu tahun akan terdapat nilai lima modul baik untuk capaian hasil belajar pengetahuan dan capaian hasil belajar keterampilan. Berbeda dengan rapor sekolah nilai disajikan dalam setiap semester atau dua kali dalam setahun. Namun demikian penyampaian laporan hasil belajar atau rapor pendidikan kesetaraan kurikulum 2013 disajikan dua kali untuk setiap paket kompetensi. Satu paket kompetensi setara dengan satu semester.

Ketiga, setiap mata pelajaran pada pendidikan kesetaraan kurikulum 2013 memiliki bobot satuan kredit kompetensi (SKK). Bobot SKK tersebut dituliskan pada kolom di samping kanan nama mata pelajaran. Pada format rapor pendidikan sekolah tidak terdapat kolom satuan kredit kompetensi sehingga tidak diketahui berapa bobot masing-masing mata pelajaran.

Itulah tiga alasan mengapa satuan pendidikan nonformal tidak bisa menggunakan format rapor kurikulum 2103 pendidikan formal (sekolah). Jadi satuan pendidikan nonformal harus menggunakan format rapor yang disediakan khusus untuk kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan [fauziep].

Baca juga: Aplikasi Rapor K13 Pendidikan Kesetaraan.

Silahkan klik untuk unduh:

  1. Pedoman Penilaian Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan
  2. Format Rapor Kurikulum 2013 Paket A Setara SD.
  3. Format Rapor Kurikulum 2013 Paket B Setara SMP.
  4. Format Rapor Kurikulum 2013 Paket C Setara SMA Peminatan IIS.
  5. Format Rapor Kurikulum 2013 Paket C Setara SMA Peminatan MIA.
  6. Format Rapor Kurikulum 2013 Paket C Setara SMA Peminatan IBB.

4 tanggapan pada “Mengapa Pendidikan Kesetaraan Tidak Bisa Menggunakan Format Rapot K13 Sekolah?”

  1. Pertanyaan saya:
    1. Apa2 contoh mata pelajaran Permberdayaan?
    2. Contoh mata pelajaran prakarya?
    3. Apa Perbedaan antara pemberdayaan dan Prakarya, dan keterampilan Pilihan?

    Makasi atas Penjelasannya, Pak!!!!

    1. Silahkan baca uraian saya tentang mata pelajaran kelompok khusus, juga bisa dibaca pada dokumen kurikulum. Itulah gunanya membaca dokumen kurikulum pendidikan kesetaraan sebelum melaksanakan pembelajaran dan menyusun KTSP.
      https://fauziep.com/menyusun-program-mata-pelajaran-pemberdayaan/
      https://fauziep.com/menyusun-program-mata-pelajaran-keterampilan-wajib/
      https://fauziep.com/wajib-melaksanakan-kelompok-khusus-karena-ciri-khas-pendidikan-kesetaraan/

Komentar ditutup.