Menentukan Kriteria Kelulusan Ujian Pendidikan Kesetaraan

Tambolaka (20/05/2017) Tahun pelajaran 2016/2017 ujian nasional tidak menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan, termasuk pada pendidikan kesetaraan. Sesuai dengan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2017, ujian pendidikan kesetaraan justru sebagai penentu kelulusan. Oleh karena itu satuan pendidikan perlu menetapkan kriteria atau batas lulus ujian pendidikan kesetaraan.

Ujian pendidikan kesetaraan (UPK) diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi. Oleh karena itu penetapan kriteria kelulusan dari UPK, bukan dari satuan pendidikan asal, ditentukan oleh satuan pendidikan terakreditasi sebagai penyelenggara UPK. Kriteria tersebut dicantumkan dalam Pedoman Operasional Prosedur Ujian Pendidikan Kesetaraan (POS UPK). Akan lebih kuat jika kriteria tersebut juga ditetapkan melalui surat keputusan satuan pendidikan.

Berikut ini disajikan contoh kriteria kelulusan UPK yang dtetapkan oleh satuan pendidikan terakreditasi.

  1. Mengikuti ujian pendidikan kesetaraan pada semua mata pelajaran.
  2. Nilai ujian pendidikan kesetaraan setiap mata pelajaran serendah-rendahnya 55,0.
  3. Nilai rata-rata ujian pendidikan kesetaraan minimal 60.

Penetapan batas lulus 55 mengikuti kategorial pada ujian nasional untuk menentukan kelulusan ujian pendidikan kesetaraan. Tidak menggunakan kriteria ketuntasan minimal (KKM) karena penyusunan soal ujian pendidikan kesetaraan menggunakan kisi-kisi yang mewakili indikator, tidak meliputi keseluruhan indikator.

Hasil penetapan kelulusan UPK dari satuan pendidikan terakreditasi selanjutnya dikirim kepada seluruh satuan pendidikan yang menginduk (jika ada) untuk ditetapkan kelulusan peserta didik oleh satuan pendidikan asal.

Akhirnya berdasarkan penetapan hasil ujian pendidikan kesetaraan tersebut di atas satuan pendidikan asal melakukan penetapan kelulusan melalui rapat dewan tutor dengan menerbitkan berita acara penetapan kelulusan. [fauziep]