Mencantumkan Nilai USBN pada Ijazah Pendidikan Kesetaraan

Nunukan (24/04/2018) Penulisan ijazah pendidikan kesetaraan tahun pelajaran 2017/2018 ini masih menggunakan Peraturan Mendikbud nomor 14 Tahun 2017 tentang Ijazah dan SHUN. Namun pedoman penulisan sudah diatur dengan aturan yang baru, yaitu Peraturan Kepala Balitbangdikbud nomor 016/H/EP/2018. Sementara itu mulai tahun ini diselenggarakan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) pada pendidikan kesetaraan, sehingga muncul pertanyaan nilai USBN dicantumkan di mana?

Pada pasal 19 ayat (1) huruf c. Permendikbud nomor 4 Tahun 2018 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan dan Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah disebutkan bahwa peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan jika lulus ujian satuan/program pendidikan. Sementara itu pada pasal 2 ayat (1) disebutkan bahwa penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilaksanakan melalui USBN dan US (ujian sekolah berstanda nasional dan ujian sekolah). Ketentuan tersebut memberikan petunjuk bahwa nilai USBN pada pendidikan kesetaraan adalah nilai ujian satuan pendidikan atau nilai ujian pendidikan kesetaraan.

Hal tersebut di atas perlu dijelaskan karena masih ada yang bingung dengan blanko ijazah pendidikan kesetaraan pada halaman belakang tidak ada kolom nilai USBN, namun kolom nilai ujian pendidikan kesetaraan. Peraturan Kepala Balitbangdikbud nomor 016/H/EP/2018 (halaman 11) menyebutkan bahwa kolom nilai diisi nilai ujian pendidikan kesetaraan, kemudian sesuai dengan Permendikbud nomor 4 Tahun 2018 maka nilai yang dicantumkan adalah nilai USBN. [fauziep]

9 tanggapan pada “Mencantumkan Nilai USBN pada Ijazah Pendidikan Kesetaraan”

  1. Aswb. Nilai derajat kompetensi, biasanya nilai yg disepakati oleh steakholder sekolah. Setiap awal tapel di masing masing kelas. Dan nilai wb hendaknya lebih tinggi dari Skk. Klu belum diadakan remedial.

  2. Pada tahun ini serba dadakan ya Pak, seperti UNBK. USBN, jika bos ada di kesetaraan itu aman. Yg ada Bop utk hanya 20 persen dari jumlah siswa. Bgmn dg dana nya itu Pak ? Lebih lagi kita penyelenggara wb pkbm secara umum anak duafa

    1. Untuk UNBK tahun ini sudah tahun kedua bu. Memang USBN mendadak, itu diakui.
      Mengenai biaya, alangkah baiknya satuan pendidikan membiasakan diri membuat rencana anggaran seperti RAPBS klu di sekolah, sehingga bisa mengantisipasi kebutuhan. Dari RAPBS bisa dilihat kebutuhan dan mengambil dari sumber biaya mana yang diperbolehkan oleh ketentuan peraturan perundangan.

  3. mau nanya Pak Fauzi ..
    kalo tahun lalu Paket A ada Ujian Pendidikan Kesetaraan(UPK) dengan 10 mata pelajaran dan ada juga ada ujian nasional kertas dan pensil (UNKP) dengan 5 mata pelajaran yg di ujikan.
    Tahun ini Paket B dan C UPK sudah berobah namanya menjadi USBN sbg penentu kelulusan dan UNBK sebagai nilai SHUN nya,
    kalo Paket A bagaimana pak…?
    Tahun lalu UNKP dan skrg ini dari kartu ujian tertulis USBN dengan 5 mata pelajaran yg diujikan,
    apakah UPK masih dilaksanakan pada Paket A ini ..
    terlebih dahulu saya ucapkan Terimakasih atas pencerahannya Pak ..

Tinggalkan Balasan