Mata Pelajaran Keterampilan Fungsional di Ijazah Pendidikan Kesetaraan

Yogyakarta (14/05/2020) Ada yang bertanya kenapa mata pelajaran keterampilan fungsional tidak dicantumkan pada nilai ijazah pendidikan kesetaraan pada tahun ini? Perlu dijelaskan pada sebenarnya tidak adanya nilai mata pelajaran keterampilan fungsional tersebut sudah tida ada sejak tahun sebelumnya. Hal tersebut bisa dicermati pada blangko ijazah yang sudah terbit. Padahal keterampilan fungsional merupakan salah satu ciri pendidikan kesetaraan yang berupaya memberikan bekal agar peserta didik memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk memperoleh pendapatan.  Bagaimana solusinya?

Mata pelajaran keterampilan fungsional sebenarnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan kesetaraan. Mengapa? Karena pendidikan kesetaraan memberikan bekal keterampilan yang diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi warga belajar, di samping memperoleh pengetahuan yang bersifat akademik. Jadi sebenarnya merupakan keharusan mata pelajaran keterampilan dicantumkan pada daftar nilai ijazah.

Namun demikian satuan pendidikan dapat memberikan surat keterangan kepada peserta didik yang telah menempuh mata pelajaran keterampilan fungsional disertai jenis keterampilan yang diikuti dan nilai yang diperoleh. Di samping itu peserta didik bisa mengikuti uji kompetensi jika jenis keterampilan adalah jenis yang bisa diikutkan untuk uji kompetensi keterampilan. Jika peserta didik dinyatakan lulus atau kompeten oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi maka yang bersangkutan akan mendapatkan sertifikat. Sertifikat ini akan memiliki dampak (civil effect) yang luar biasa karena bermanfaat untuk persyaratan mencari pekerjaan sesuai dengan bidang keterampilannya. Jadi ketika dalam daftar nilai ijazah pendidikan kesetaraan tidak tercantum mata pelajaran, satuan pendidikan bisa melengkapi dengan surat keterangan atau semacam piagam penghargaan. Sedangkan sertifikat uji kompetensi hanya bisa diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi. [fauziep]