DSC08065Pendahuluan

Untuk mengatasi perkembangan dan dinamika kebutuhan belajar masyarakat memerlukan pamong belajar yang profesional yang mampu mengikuti perkembangan dan dinamika tersebut. Hal itu untuk menjamin agar masyarakat mendapatkan layanan pendidikan nonformal yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan belajarnya dalam rangka mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian.
Karena itulah pengembangan profesional berkelanjutan (PPB) atau Continuing Profesional Development (CPD) seharusnya tidak dipahami dalam arti sempit, yaitu hanya meliputi pengembangan profesi sebagai sub unsur dari jabatan fungsional pamong belajar. Pengembangan profesional berkelanjutan maknanya lebih luas dari itu, yaitu meliputi pengembangan seluruh kompetensi yang seharusnya dimiliki oleh pamong belajar.

Profesionalisme pamong belajar mulai dibentuk dan dikembangkan pada saat mengikuti pendidikan formal sesuai dengan kualifikasi yang dipersyaratkan. Bekal akademik dan kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan formal masih perlu dipertajam melalui program pengembangan profesionalisme berkelanjutan agar pamong belajar dapat memberikan layanan pendidikan nonformal yang berkualitas kepada peserta didik.

Untuk peningkatan kompetensi yang diselenggarakan melalui pelatihan secara regular dan konvensional selama ini dengan pola tatap muka belum dapat mencapai tujuan secara optimal, baik dalam menjangkau populasi sasaran maupun capaian kompetensi sesuai dengan tuntutan tugas. Permasalahan tersebut perlu diupayakan pemecahannya, antara lain melalui penyelenggaraan program pembinaan karier dan pengembangan profesional dengan pola peningkatan profesionalisme berkelanjutan bagi pamong belajar. Dengan program ini diharapkan pengembangan profesional bagi pamong belajar dapat terlaksana secara efektif dan efisien serta dapat mewujudkan pamong belajar yang profesional dalam melaksanakan tugasnya.

Pengembangan profesional berkelanjutan dapat menjadi bagian dari keinginan setiap pamong belajar untuk menjadi praktisi yang lebih baik, meningkatnya prospek karir atau untuk merasa lebih percaya diri tentang pekerjaannya dan dapat lebih memuaskan bagi masyarakat. Hal ini dapat menjadi langkah untuk mencapai kompetensi yang lebih tinggi, atau diwajibkan oleh asosiasi profesi, yaitu Ikatan Pamong Belajar Indonesia (IPABI), untuk mempertahankan status profesionalnya.

Pengertian PPB Pamong Belajar

Pengembangan profesional berkelanjutan diartikan sebagai kegiatan yang membantu untuk mempertahankan, mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan, pemecahan masalah, atau keterampilan teknis sesuai dengan standar kompetensi yang berkaitan dengan profesinya. Untuk mengatasi perkembangan dan dinamika kebutuhan belajar masyarakat memerlukan pamong belajar yang profesional. Hal tersebut untuk menjamin masyarakat mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan belajarnya dalam rangka mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.

Selain itu pengembangan profesional berkelanjutan mengandung makna pengembangan dan perluasan pengetahuan, keterampilan dan kualitas kepribadian dalam memenuhi syarat peningkatan mutu profesi. Pengembangan profesional berkelanjutan juga bermakna pembaharuan ilmu pengetahuan dasar profesi secara berkelanjutan dan peningkatan kompetensi melalui pelaksanaan tugas. Tugas itu merupakan bagian dari komitmen sebagai tenaga profesional pamong belajar, meningkatkan kemampuan tanpa henti sebagai bagian dari peningkatan mutu profesi dalam mengoptimalkan peluang pengembangan karir pada saat kini maupun pada masa pendatang.

Mengapa Pamong Belajar Harus Mengikuti PPB?

IPABI berkeyakinan bahwa PPB yang terprogram adalah esensial bagi pengembangan diri setiap profesional pamong belajar agar tetap memiliki pengetahuan dan wawasan terkini yang memadai dan sekaligus dapat meningkatkan kompetensinya di bidang layanan dan pengembangan pendidikan anak usia dini, nonformal dan informal.

Melalui peranserta dalam PPB yang berkualitas serta terprogram, pamong belajar diharapkan akan memiliki rasa percaya diri yang pada gilirannya dapat memberikan layanan yang semakin berkualitas kepada para masyarakat. Penyelenggaraan kegiatan PPB bagi pamong belajar, secara langsung akan meningkatkan kredibilitas pamong belajar di mata masyarakat karena kemampuan teknis terkini.

Kegiatan PPB juga ditujukan untuk meningkatkan hubungan silahturahmi diantara para anggota baik dalam kegiatan organisasi maupun kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh IPABI.

Merumuskan Kegiatan PPB Pamong Belajar

Kebutuhan belajar dalam program pengembangan profesional berkelanjutan pamong belajar dapat ditetapkan dari (1) adanya kesenjangan standar kompetensi pamong belajar dengan kompetensi yang dikuasai oleh pamong belajar; atau (2) adanya dinamika perkembangan masyarakat sehingga membutuhkan penanganan secepatnya. Karena itulah program pengembangan profesional berkelanjutan tidak sekedar pengembangan profesi, khususnya hanya latihan atau diklat penulisan karya tulis ilmiah.

Pengembangan profesionalisme berkelanjutan bagi pamong belajar diarahkan pada upaya untuk mencapai tingkatan kompetensi yang telah ditetapkan, yaitu: (1) kompetensi pedagogik yaitu kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya, (2) Kompetensi kepribadian yaitu kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia, (3) Kompetensi profesional yaitu kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan, dan (4) kompetensi sosial yaitu kemampuan pamong belajar sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Dalam konteks kekinian, maka kemampuan pamong belajar dalam mengemas pembelajaran yang berbasis pendidikan karakter menjadi penting karena pendidikan karakter menjadi ikon penting Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dalam usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Persoalannya adalah bagaimana mengemas pendidikan karakter dalam praktek pembelajaran pada satuan pendidikan nonformal. Kebutuhan berikutnya adalah bagaimana memutakhirkan kompetensi pamong belajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di bidang pengembangan model dan pengkajian program PNFI. Kemampuan melaksanakan dua tugas pokok tersebut menjadi penting karena ke depan pamong belajar harus dapat melakukan, sementara selama ini belum pernah melaksanakan.

Sementara itu dalam bidang kegiatan belajar mengajar kemampuan yang perlu dimutakhirkan adalah melaksanakan diskusi terfokus hasil penilaian pembelajaran pelatihan/pembimbingan, serta melaksanakan perbaikan dan pengayaan pembelajaran/ pelatihan/pembimbingan berdasarkan hasil diskusi terfokus. Di samping itu berdasarkan pengamatan pamong belajar masih perlu ditingkatkan dalam kemampuan presentasi dan atau mengelola pembelajaran, penggunaan basis data untuk melakukan aksi dan atau rencana kegiatan sesuai kebutuhan belajar, serta melakukan komunikasi secara efektif dalam pertemuan/pembelajaran.