Malioboro_5aMalioboro_5bYogyakarta (13/08) H-6 lebaran tahun 2012 Yogyakarta sudah siap menyambut pemudik. Setiap tahun pada liburan lebaran Yogyakarta akan dipadati oleh perantau asal Yogyakarta pulang kampung bersilaturahmi dengan sanak saudara. Di samping silaturahmi, tak jarang pemudik memanfaatkan waktu untuk berkunjung ke lokasi wisata di seputaran Yogyakarta.

Malioboro walaupun bukan lokasi wisata, namun sebagai ikon kota Yogyakarta memiliki magnet kuat menarik pemudik berkunjung. Untuk itulah pemerintah kota Yogyakarta dan pebisnis kawasan Malioboro berbenah diri untuk menyambut pemudik. Sudah sejak beberapa hari jalur lambat yang berada di sisi barat Malioboro dilapisi aspal baru agar memberi kenyamanan bagi pengguna jalan. Pengaspalan jalur lambat ini juga merupakan bagian dari penataan wajah baru Malioboro.

Malioboro_5cMalioboro_5eMalioboro_5fWajah baru Malioboro dapat pula dilihat pada sisi timur jalan Malioboro. Tepatnya di depan Malioboro Mall wajah lokasi parkir kendaraan roda dua sudah nampak cantik dengan pergola berhias tumbuhan merambat dan ditingkahi lampu warna-warni di malam hari.

Keadaan yang sama juga nampak di halaman depan Pasar Beringharjo yang semakin asri. Bagian dalam Pasar Beringharjo pun semakin nyaman dikunjungi, walaupun tetap harus berdesak-desakan karena padatnya pengunjung. Namun pasar terasa bersih dan nyaman. Hal ini sejalan dengan moto yang tertera di setiap sudut pasar, dan juga di bagian depan pasar Beringharjo: “Pasare Resik, Atine Becik, Rejekine Apik” (Pasarnya Bersih, Hatinya Jernih, Rejekinya Baik).

Kawasan nol kilometer di ujung Malioboro sudah ditata oleh pemerintah kota, dan sudah bersih dari pedagang kaki lima, sehingga membuat nyaman bagi pengunjung menikmati suasana Yogyakarta. Kita akan merasa nyaman duduk-duduk di kawasan nol kilometer, baik di sisi barat maupun sisi timur.

Kemarin, Minggu (12/08) Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengkubowono didampingi Walikota Yogyakarta melaunching Malioboro dengan wajah baru. Di samping penataan wajah baru secara fisik, Malioboro wajah baru memberikan ruang yang lebih leluasa kepada pejalan kaki. Kecepatan maksimal kendaraan yang diijinkan ketika melintas Malioboro adalah 30 km/jam, dan pengendara wajib mendahulukan pejalan kaki. Untuk itu zebra cross dibuat sebanyak 17 supaya lebih ramah bagi pejalan kaki.

Bahkan untuk memberikan kenyamanan kepada pemudik, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menghimbau kepada warga Yogyakarta untuk tidak memasuki kawasan Malioboro. Himbauan tersebut tidak lain tidak bukan untuk memberikan kesempatan kepada pemudik menikmati kawasan Malioboro dengan leluasa. Selamat datang pemudik. Selamat bernostalgia di kota Yogyakarta tercinta.