malioboro_1Yogyakarta (15/08) Menyadari bahwa Malioboro adalah ikon kota Yogyakarta yang mampu menjadi magnet wisatawan, siapapun yang berkunjung ke Yogyakarta akan terasa belum lengkap jika tidak berkunjung ke Malioboro. Karena itulah menjelang liburan lebaran Malioboro memiliki wajah baru, wajah baru itu adalah Malioboro yang lebih manusiawi, yaitu memberikan keleluasaan kepada pejalan kaki untuk menikmati suasana Malioboro.

malioboro_2malioboro_3Karena itulah mulai ujung utara Malioboro sudah dipasang rambu peringatan agar kendaraan yang melintas Malioboro mengutamakan pejalan kaki. Salah satu rambu berbunyi “Anda Memasuki Kawasan Ramah Pejalan Kaki”. Artinya di kawasan ini pengendara hanya boleh memacu kendaraan maksimal 30 km/jam dan harus mendahulukan pejalan kaki yang hendak menyeberang.

Ketika saya sore ini (15/08) melintas kawasan Malioboro sebagian besar pengendara memang tidak memacu kendaraan dengan kencang. Rata-rata masih dalam batas toleransi kecepatan yang diperbolehkan. Walaupun pejalan kaki tidak kesulitan menyeberang, namun masih saja ada pengendara yang belum mendahulukan pejalan kaki yang hendak menyeberang. Masih saja, terutama pemotor, ingin menyerobot sehingga pejalan kaki harus sedikit mengalah. Karena rata-rata pemotor yang melintas tidak begitu kencang maka tidak ada kesulitan bagi pejalan kaki untuk menyeberang.

Nampaknya semua pengendara yang hendak melintas Malioboro harus memahami bahwa pertama tidak boleh memacu kendaraan lebih dari 30 km/jam. Kedua harus mendahulukan pejalan kaki, terutama yang akan menyeberang. Kiranya masyarakat Yogyakarta, dan siapa pun yang ingin melintas di Malioboro harus bersikap manusiawi dan memanusiakan manusia.

malioboro_4Selamat datang pemudik, selamat menikmati suasana Yogyakarta.