UNPK Kota (2)Jepara (4/02) Pelaksanaan UNPK Paket C yang bersamaan hari dengan UN SMA dan paket soal yang berbeda untuk setiap peserta dalam satu ruangan (20 paket soal) membawa implikasi yang luar biasa bagi Paket C. Kebijakan ini merupakan batu ujian bagi peserta didik dan penyelenggara Paket C. Tidak sedikit penyelenggara Paket C yang menghela napas, bahkan lemas. Bukan peserta didiknya, tapi penyelenggara Paket C. Kenapa?

Browsing dan simak saja iklan pendaftaran UNPK Paket C tahun 2013 di internet, jika ditelusuri lebih jauh akan memberikan penawaran paket jaminan lulus UNPK. Kemasan yang digunakan memberikan bimbingan menghadapi ujian. Anehnya, bisa mendaftar hanya beberapa bulan sebelum masa berakhir pendaftaran UNPK dan langsung bisa ikut ujian nasional tanpa mengikuti pembelajaran dari tingkatan 5 setara kelas X.

Kalau pun tidak menawarkan paket jaminan lulus UNPK, iklan pendaftaran UNPK tersebut juga sudah menyalahi prosedur dan standar proses pendidikan kesetaraan. Dalam mana hal tersebut hanya bisa ditemui di era ujian persamaan bukan di era pendidikan kesetaraan, karena peserta didik harus mengikuti proses pendidikan sebelum menempuh UNPK.

Budaya instan sebagian besar masyarakat, mendorong menjamurnya ‘iklan UNPK’ yang menawarkan perolehan ijasah Paket C tanpa mengikuti proses pendidikan selama tiga tahun. Daftar, ikut ujian, lulus dan dapat ijasah. Masyarakat jualah yang mendorong menjamurnya tawaran dari sebagian pengelola Paket C, atau lebih tepat lagi pengelola ujian Paket C. Akhirnya membentuk semacam ‘mafia’ ijasah Paket C karena melibatkan berbagai pihak dan pemangku kepentingan yang sulit dibuktikan kebenarannya.

Bahkan Inspektorat Jenderal Kemdikbud sudah turun ke lapangan untuk melakukan penelitian di beberapa kabupaten/kota yang dicurigai, namun tidak juga berhasil menemukan bukti untuk diangkat menjadi kasus.

Stigma negatif terhadap program Paket C pun terus melekat. Padahal program ini mampu memberikan pelayanan kepada warga negara Indonesia yang membutuhkan ijasah setara SMA untuk bekal masuk dunia kerja atau melanjutkan perguruan tinggi.

Nah, ketika pemerintah mengambil kebijakan pelaksanaan UNPK Paket C bersamaan dengan UN SMA, dan soalnya terdiri dari 20 paket kiranya kebijakan ini akan dapat mengeliminir praktek curang dalam pelaksanaan UNPK.

Mudah-mudahan mafia ijasah Paket C yang saat ini sudah menerima sejumlah uang dari calon peserta ujian Paket C tidak sedang menyusun strategi bagaimana caranya mensiasati pelaksanaan UNPK tahun ini. Ketika mereka lemas, maka mungkin sudah merasa sulit untuk mengakali kebijakan pemerintah saat ini. Dan nanti pada gilirannya akan dituntut oleh peserta ujian Paket C yang tidak lulus. Nah lo!!