Lulusan Pondok Pesantren Tidak Perlu Lagi Ikut UNPK Paket C untuk ke Perguruan Tinggi

NgajiKilatan120810-Yogyakarta (5/01/15) Selama ini santri pondok pesantren yang tidak menyelenggarakan pendidikan diniyah atau madrasah di pesantrennya wajib mengikuti ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) Paket C jika ingin melanjutkan ke perguruan tinggi termasuk ke perguruan tinggi Agama Islam. Namun dengan berlakunya Peraturan Menteri Agama nomor 13 Tahun 2014 tidak perlu lagi ikut UNPK Paket C.

Peraturan Menteri Agama nomor 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam pada pasal 18 menyatakan bahwa hasil pendidikan pesantren sebagai satuan pendidikan dapat dihargai sederajat dengan pendidikan formal setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi dan ditunjuk oleh Direktur Jenderal (Direktur Jenderal Pendidikan Islam).

Peraturan Menteri Agama yang diterbitkan pada tanggal 18 Juni 2014 ini secara yuridis formal menyetarakan lulusan pondok pesantren yang tidak menyelenggarakan madrasah atau diniyah. Selama ini pesantren yang menyelenggarakan pendidikan berdasarkan kitab kuning, tidak bisa langsung masuk ke perguruan tinggi, termasuk peguruan tinggi Islam, karena dianggap tidak memiliki ijazah formal. Maka santri harus melalui penyetaraan mengikuti UNPK Paket C sebagai syarat formal memasuki perguruan tinggi.

Kitab kuning adalah kitab keislaman berbahasa Arab yang menjadi rujukan tradisi keilmuan Islam di pesantren.

Dengan berlakunya peraturan menteri tersebut kini santri tidak harus mengikuti pendidikan kesetaraan dan UNPK Paket C untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

Untuk mengunduh Peraturan Menteri Agama nomor 13 Tahun 2014 dapat klik di sini.

Sumber foto: http://king-ston.blogspot.com/

2 tanggapan pada “Lulusan Pondok Pesantren Tidak Perlu Lagi Ikut UNPK Paket C untuk ke Perguruan Tinggi”

  1. Terima kasih, tentu ada andil mas Fauzi juga pada lahirnya keputusan Menag ini. Memang lucu, lulusan Gontor yg dengan mudah dapat kuliah di Mesir atau Jordan, malah gak bisa melanjutkan di negerinya sendiri karena kendala ijasah. Ini terobosan birokrasi yg sangat bagus dan tentu disambut gembira kalangan pesantren. Salam.

    1. Ini andil pak Lukman Hakim (Menag), mempercepat turunnya peraturan menteri ini. Pondok pesantren sudah teruji melahirkan pemikir2 yang bonafid, tapi selama ini lulusannya justru tidak diakui untuk masuk ke perguruan tinggi. Kalau Pondok Gontor sudah lama lulusannya dibekali ijazah madrasah, sehingga bisa melanjutkan ke perguruan tinggi (dalam/luar negeri).

Komentar ditutup.