UNPK I 004 Distirbusi SoalYogyakarta (15/04) Hari ini sejumlah 1.991 orang mengikuti ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) Paket C di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dilaporkan pelaksanaan UNPK Paket C di Kota Yogyakarta yang diikuti 392 orang berjalan lancar. Tidak ada kejadian luar biasa yang menyebabkan menghambat jalannya UNPK. Namun demikian, pelaksanaan UNPK tahun ini dirasakan berbeda di banding tahun sebelumnya.

Suasana yang berbeda sudah nampak sejak distribusi dari titik simpan akhir ke unit penyelenggara UNPK. Supriyanto, Kasi Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menjelaskan bahwa soal sudah tiba di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sejak kemarin hari Minggu (13/04). “Ruang penyimpan disegel, dan hanya bisa dibuka pagi tadi bersama dengan pengawas satuan pendidikan dari perguruan tinggi” , ungkap Supriyanto.

Pukul 11 panitia dari unit penyelenggara UNPK tiba di Dinas Pendidikan untuk mengambil soal. Setelah menandatangani berita acara, maka naskah soal berikut kelengkapan dibawa menuju ke lokasi ujian. Perjalanan menuju lokasi ujian dari dinas sudah diikuti dengan pengawas satuan pendidikan, yaitu petugas/dosen dari perguruan tinggi. Petugas yang mengikuti inilah yang melakukan pengawasan selama berlangsungnya UNPK.

UNPK I 012 Kerjakan SoalPelaksanaan UNPK yang dipantau di unit penyelenggara Homeschooling Primagama dan PKBM Bangun Karsa berlangsung aman dan lancar. Tidak ada kejadian luar biasa. Bahkan peserta yang tahun sebelumnya leluasa untuk keluar ruangan sebelum selesai waktu, tahun ini tidak bisa berbuat serupa. Kebijakan 20 paket soal membuat peserta ujian tidak berkutik. Tidak bisa melakukan usaha apa pun kecuali mengerjakan dengan keyakinan sendiri-sendiri. Adanya pengawas satuan pendidikan juga membuat suasana ujian lebih bermartabat, karena dapat mencegah tindakan yang tidak terpuji.

UNPK I 015 Pengepakan LJUNSetelah ujian selesai lembar jawab ujian nasional (LJUN) dimasukkan ke dalam amplop berikut perangkatnya di bawah supervisi pengawas satuan pendidikan. Penyegelan LJUN ke dalam amplop dilakukan di bawah pengawasan pengawas satuan pendidikan. Hari itu juga, LJUN harus segera dibawa ke UNY, sebagai lokasi yang ditetapkan untuk memindai LJUN.

Menyikapi suasana UNPK tahun ini, Mawardi Dalga pimpinan PKBM Bangun Karsa berkomentar, “Terlalu berlebihan!”. Tak jelas apa yang dimaksud dibalik pernyataannya itu. Bukankah dengan cara seperti ini UNPK akan berlangsung dengan bermartabat sehingga akan menaikkan citra pendidikan nonformal itu sendiri?