tugu-malioboro-023aYogyakarta (18/08) Petang ini pemerintah sudah menetapkan bahwa 1 Syawal 1433 H jatuh pada hari Ahad 19 Agustus 2012, dengan demikian masyarakat Indonesia akan merayakan Idul Fitri secara bersamaan. Terkait dengan ritual mudik maka besok pada hari pertama Idul Fitri masyarakat akan melakukan silahturahim di tempat masing-masing atau ke sanak saudara di sekitar. Sehingga mobilitas masyarakat pada hari pertama belum begitu tinggi. Biasanya sampai siang hari jalanan di kota Yogyakarta masih lengang. Namun menjelang sore hari dan hari berikutnya jalan-jalan di Yogyakarta dan sekitarnya mulai tampak padat.

Pada saat itulah masyarakat mulai melakukan aktivitas silahturahmi antar desa, antar kecamatan, bahkan antar kota. Di samping silaturahmi, sebagian pemudik juga menggunakan kesempatan untuk mengunjungi lokasi wisata. Kendaraan dengan plat nomor luar kota, sebagian besar Jakarta dan sekitarnya, mulai memadati jalan raya. Beberapa titik jalan yang berpotensi macet adalah Malioboro dan jalan di sekitarnya, simpang Denggung jalan Magelang, simpang Kentungan dan simpang Condongcatur pada jalan lingkar utara Yogyakarta, dan simpang Bogem Kalasan jalan Solo.

Kemacetan terjadi karena peningkatan volume kendaraan yang luar biasa. Karena sebagian besar kendaraan berplat Jakarta, maka tidak salah jika dikatakan bahwa kemacetan Jakarta pindah ke Yogyakarta.

Untuk mengantisipasi kemacetan di Malioboro, Walikota Yogyakarta menghimbau kepada warga Yogyakarta untuk tidak melakukan perjalananan ke Malioboro. Hal tersebut untuk memberi kesempatan kepada pemudik untuk menikmati Malioboro, terlebih sebelum lebaran sudah dilaunching Malioboro dengan wajah baru, yaitu Malioboro yang manusiawi memberikan kesempatan kepada pejalan kaki.

Sehubungan dengan itu, Dinas Perhubungan dan instansi terkait menyiapkan tiga titik parkir utama di sekitar Malioboro. Pertama, di area parkir Abu Bakar Ali di ujung utara jalan Malioboro dengan kapasitas 30 bus. Kedua, di lokasi parkir Senopati di ujung selatan Malioboro yang mampu menampung 40 bus, dan ketiga di area parkir Ngabean kapasitas 50 bus. Khusus yang ketiga ini memang agak jauh dari Malioboro, namun lebih dekat dengan Kraton Yogyakarta. Walaupun perhitungan kapasitas parkir adalah bus, kendaraan non bus dapat parkir di area tersebut.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jalan seputar Malioboro yang mengalami kemacetan adalah Jalan Ngampilan, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jl. Loji Kecil (timur pasar Beringharjo). Karenanya untuk mengurangi kemacetan diharapkan pengunjung Malioboro dapat memanfaatkan kantong-kantong parkir tersebut.

Jika Anda dari arah utara kota Yogyakarta menuju bagian selatan Yogyakarta atau Bantul dimohon menghindari melintas ke dalam kota, sebaiknya gunakan jalan lingkar. Demikian pula jika dari arah selatan ke utara tidak perlu masuk kota. Hal yang sama juga berlaku jika dari arah Wates/Purworejo hendak menuju Solo atau sebaliknya, disarankan untuk menggunakan jalan lingkar.

Walaupun di beberapa titik lampu merah di sepanjang jalan lingkar pada saat tertentu juga mengalami kemacetan, namun kemacetan tidak separah jika memasuki kota Yogyakarta.