komunitas penulisYogyakarta (23/03) Diklat Jurnalistik yang diselenggarakan Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) Dinas Dikpora DIY  memang sudah berakhir kemarin (22/03), namun sejatinya baru merupakan awal dari serangkaian aktivitas menuis. Diklat jurnalistik tidak akan memberikan makna apa-apa, jika pasca diklat peserta tidak melakukan aktivitas menulis. Karena itulah sebagian besar peserta sepakat untuk memmbentuk “Komunitas Penulis Pendidikan Nonformal Yogyakarta”.

Tanpa pernyataan sikap, tanpa anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Kesepakatan bersama dalam membangun gairah menulis dan latihan menulis bersama yang diartikulasikan dengan satu kata “Setujuuuu!” secara bersama-sama menandai deklarasi komunitas penulis.

Sebuah komunitas penulis yang memiliki potensi luar biasa terdiri karena terdiri dari berbagai elemen pendidik dan tenaga kependidikan PAUDNI. Karena bisa menjadi ajang tukar menukar pengalaman menulis, utamanya terkait dengan layanan pendidikan nonformal.

Untuk sementara komunitas penulis dikoordinir oleh Fauzi Eko Pranyono yang juga seorang blogger. Selanjutnya dalam melakukan aktivitas akan difasilitasi oleh tim jurnalis dari Harian Bernas Jogja dibawah arahan YB. Margantoro. Komunitas penulis akan melakukan pertemuan dari oleh dan untuk anggota komunitas yang diorientasikan pada peningkatan kompetensi menulis.

Semangat menulis di kalangan penggiat pendidikan nonformal perlu dijaga dan dipupuk, karena masih sangat sedikit penulis dan buku tentang pendidikan nonformal. Untuk itulah salah satu target komunitas ini adalah menerbitkan buku pada tahun ini yang berisi kumpulan tuisan anggota komunitas.