Yka 12dSayang sekali, seabad kemudian tugu golong-gilig tahun 1756 ini roboh akibat gempa bumi tanggal 10 Juni 1867. Setelah 22 tahun tergolek, tugu pengganti dibangun oleh Sultan Hamengku Buwana VI.  Bentuk tugu baru buatan tahun 1889 ini berbeda dari yang sebelumnya. Tinggi tugu hanya 15 meter. Badan tugu berbentuk persegi dan ujungnya runcing. Orang Jawa biasa menyebutnya tugu lancip, tetapi orang Belanda menyebutnya tugu putih (de witte paal te Djocja).

Sepanjang kiri dan kanan jalan utama itu berjajar pohon asam. Selain peneduh jalan juga melambangkan daya pikat hati (nengsemake). Tertib mengikuti jalur utama jalan dibangun hunian kelompok-kelompok masyarakat. Yaitu, bangsawan kerabat, abdi dalem dan bangunan-bangunan kepemerintahan termasuk pasar besar. Penamaan kawasan hunian berdasarkan kelompok peran atau pekerjaan orang-orangnya.

Yka 13aMisalnya, kampung Gowongan tempat bermukim para tukang kayu. Kampung Pajeksan tempat tinggal para jeksa atau jaksa. Kampung Bugisan merupakan tempat tinggal abdi dalem prajurit Bugis. Jalan protokol lurus masuk gerbang benteng langsung di pelataran istana yang disebut alun-alun. Alun-alun tempat rakyat dan prajurit berkumpul. Di hadapan pandangan raja, luapan orang berkumpul dan bergerak di lapangan mengingatkan ombak laut selatan yang dahsyat dan kuat.

Di tepi alun-alun terdapat hiasan sekaligus peneduh tanah lapang berupa jajaran pohon beringin. Di tengah alun-alun terdapat dua pohon beringin kembar yang disebut ringin kurung wok jenggot. Disebut demikian karena kedua pohon berakar lebat seperti jambang dan jenggot dan berpagar seperti sangkar. Pohon beringin melambangkan serapan ilmu sejati, yang lembut seperti rambut jambang dan jenggot. Setiap bangunan atau tanaman ditata berdasarkan kegunaan dan nilai maknanya. Bangunan mencerminkan pandangan hidup penghuni tentang kehidupan manusia. Lambang juga menjadi sarana pengingat kesadaran atas jatidiri dan jejak-jejak sejarah kehidupan itu sendiri.

Yka 13bUrutan letak bangunan juga ada maksud dan kandungan maknanya. Lurus dari utara yaitu tugu golong-gilig dahulu atau tugu pal putih penggantinya sekarang ke selatan sampai di panggung Krapyak menggambarkan perjalanan rohani manusia Jawa. Yaitu, sejak dari lahirnya kesadaran hingga kesempurnaannya. Tetapi jika dibalik, dari panggung Krapyak ke tugu pal putih, mencerminkan tahap-tahap tumbuh kembang pribadi dan sosial manusia. Yaitu, sejak lahir hingga kedewasaannya.

Perjalanan renungan pertama dimulai dari panggung Krapyak di selatan menuju ke tugu pal putih di utara. Kemudian kembali lagi, dari tugu di utara lagi krapyak di selatan. Yang pertama merenungkan tahap dan mutu kehidupan pribadi maupun sosialnya. Sedangkan berbaliknya merenungkan tahap dan tingkat kesempurnaan rohaninya.  Apakah hanya bangunan atau tanaman yang bermakna? ***

Seri Berdirinya Keraton Ngayogyakarta merupakan hasil penyusunan bahan ajar bagi anak dan remaja yang disusun oleh tim pengembang Pamong Belajar BPKB DIY. Tulisan terdiri dari 14 judul, yaitu:

  1. Pangeran Mangkubumi
  2. Geger Kartasura, Berdirinya Kraton Surakarta
  3. Panggilan Jiwa Ksatria
  4. Pertempuran Dua Panglima Besar
  5. Ontran-ontran Keraton Surakarta
  6. Titik Balik
  7. Runtuhnya Benteng VOC
  8. Kembalinya Tahta Mataram
  9. Hamemayu Hayuning Bawana
  10. Besar dari yang Kecil
  11. Membangun Peradaban Baru
  12. Yogyakarta Kotaraja
  13. Kotaraja Menyimpan Makna
  14. Selain Makna juga Kenangan