PAUD SKB JakselBatam (1/12) Pasal 26 ayat (3) Undang-Undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Artinya berdasarkan ayat tersebut pendidikan anak usia dini (PAUD) termasuk pada salah satu jenis pendidikan nonformal.

Namun demikian menurut pasal 28 ayat (2) disebutkan bahwa pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal. Menurut Prof. Yatim, guru besar PLS Unesa, hal ini menyebabkan konflik pasal antara pasal 26 ayat (3) dan pasal 28 ayat (2).

Sebagaimana diketahui Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudatul Atfal (RA) merupakan PAUD pada jalur pendidikan formal. Kelompok Bermain, Tempat Penitipan Anak atau satuan PAUD sejenis merupakan PAUD pada jalur pendidikan nonformal.

Sementara itu pada pasal 14 diatur bahwa jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Berdasarkan pasal tersebut, pendidikan anak usia dini tidak termasuk dalam jenjang pendidikan formal. Seperti diketahui bahwa pendidikan dasar terdiri dari satuan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, tidak termasuk TK/RA.

Aneh juga banyak konflik pasal-pasal dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003? Masih ingat konflik pasal antara pamong belajar sebagai pendidik dan sekaligus tenaga kependidikan? Karena itulah, saatnya UU Sisdiknas direvisi dan dirapikan lagi.