Griya Mandiri 4Griya Mandiri? Bayangan yang ada di benak kita adalah nama sebuah kawasan perumahan elit. Griya Mandiri yang ini adalah rumah bambu. Rumah bambu dalam artian yang sebenarnya karena rumah dibuat dari bambu. Rumah Bambu Griya Mandiri tidak berada di kawasan elit, tapi di bantaran Sungai Wonongo Yogyakarta, benar-benar di tepi sungai. Tepatnya di kampung Badran, Jetis, Yogyakarta di masa lalu disebut dengan kawasan Bong Suwung. Di rumah bambu yang disebut sebagai rumah belajar inilah koalisi nyata (dan koalisi karya) antara pamong belajar dan penilik dalam mengaplikasikan usaha pencapaian akreditasi program Paket C dimulai. Rumah Belajar adalah label yang disematkan oleh Pusat Kegiatan Belajar Mandiri (PKBM) Griya Mandiri agar lebih fleksibel dan diterima masyarakat.

Griya Mandiri 1Sore itu (3/2/2012) diadakan pertemuan antara pengelola PKBM Griya Mandiri, tutor, saya selaku pamong belajar, Agus Wahib selaku penilik pendidikan keaksaraan dan kesetaraan, serta relawan mahasiswa jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Universitas Negeri Yogyakarta. Pertemuan terselenggara berangkat dari kegelisahan pimpinan PKBM Endang Rochjiani terhadap pelaksanaan program Kejar Paket C. Kegelisahan bagaimana cara meningkatkan kualitas penyelenggaraan Paket C agar menjadi program yang dianggap layak atau terakreditasi.

Sebulan sebelum pertemuan sore itu dilaksanakan saya pernah menyampaikan pada pertemuan Forum PKBM di Kota Yogyakarta, bahwa saya siap untuk membantu PKBM dalam jika memang dibutuhkan. Ketika PKBM Griya Mandiri mengajukan ide pertemuan sore itu, kemudian saya usul untuk mengajak Agus Wahib, penilik pendidikan kesetaraan Kota Yogyakarta. Kebetulan dia adalah mantan pamong belajar yang sekarang menjadi penilik. Saya ingin agar dalam meningkatkan kapasitas pengelola dan tutor program Paket C di PKBM Griya Mandiri penilik terlibat di dalamnya. Dan saya berkeyakinan Agus Wahib bersedia walau tidak tersedia koin, asalkan dapat poin. Demikian pula alasan saya untuk melakukannya, karena ini bagian dari pekerjaan. Bagian dari tugas pamong belajar dan penilik.

Griya Mandiri 2Pertemuan sore itu lebih tepat disebut dengan penjajagan awal untuk mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi oleh pengelola dan tutor. Sebenarnya persoalan yang dikemukakan adalah persoalan klasik yang ada pada sebagian besar kelompok belajar Paket C, yaitu motivasi belajar yang bervariasi, dan tingkat kehadiran warga belajar yang rendah. Pada aspek pembelajaran tutor belum bisa melaksanakan proses kegiatan belajar sesuai dengan standar isi dan standar proses karena kegiatan belajar mengajar didominasi oleh pembahasan soal. Hal ini juga dipicu oleh keinginan warga belajar yang serba instan, tidak mau bertele-tele mengikuti materi pelajaran.

Akhirnya pertemuan menyepakati adanya rencana tindak lanjut dengan mengadakan pertemuan berkala untuk membahas strategi dan teknis pencapaian indikator standar nasional pendidikan sebagaimana tercantum dalam borang akreditasi program Paket C. Pada tataran inilah akan dilakukan koalisi nyata (karya) antara pamong belajar dan penilik sesuai dengan koridor tugasnya masing-masing. Tugas melakukan bimbingan kepada pendidik dan tenaga kependidikan menjadi ranah tugas penilik dalam rangka pengendalian mutu pendidikan nonformal dan informal, dalam hal ini bimbingan untuk dapat memenuhi borang akreditasi guna mencapai standar nasional pendidikan. Ketika diperlukan penjelasan teknis terkait misalnya bagaimana mengimplementasikan beban belajar ke dalam jadwal pembelajaran berbentuk tatap muka, tutorial dan mandiri; maka pamong belajar melakukannya dengan mengemas dalam bentuk pengajaran.

Inilah koalisi nyata sejati, tidak sekedar koalisi di dunia maya sebagaimana selama ini berlaku. Semoga bisa diikuti yang lain.