Sumber foto:http://news.liputan6.com

Sumber foto:
http://news.liputan6.com

Blora (6/01) Mobil listrik Tuxuci milik Dahlan Iskan mengalami kecelakaan di Plaosan, Magetan Jawa Timur. Diperoleh informasi bahwa kecelakaan terjadi karena kendaraan mengalami rem blong. Dahlan Iskan yang mengendarai sendiri Tuxuci terpaksa menabrakan ke tebing untuk menghindari kecelakaan lebih hebat lagi. Padahal sebelum berangkat, di Solo sudah dilakukan ritual tolak bala dengan menjamas mobil dari air suci empat sendang. Bahkan ritual tersebut melibatkan dalang kondang Ki Manteb Sudarsono.

Sumber Foto:http://www.lensaindonesia.com

Sumber Foto:
http://www.lensaindonesia.com

Tuxuci mengalami kecelakaan ketika sedang dalam rangkaian uji coba perjalanan 1000 km dari Solo ke Surabaya.  Usai menjalani ritual menolak bala dalam perjalanan menuju Magetan, Tuxuci mengalami kecelakaan. Ki Manteb Sudarsono yang dihubungi Liputan6.com mengatakan bahwa sudah merasa ada firasal bahwa mobil bakal celaka.

Mengenai ritual tolak bala Ki Manteb berdalih dilakukan untuk menghindari gangguan gaib. Ia pun menegaskan, mobil Tucuxi Dahlan yang menabrak tebing hingga ringsek itu bukan karena diganggu oleh kekuatan gaib. Kerena sebelum berangkat telah dilakukan ritual tolak bala dengan memandikan mobil listrik tersebut menggunakan air dari 4 mata air di seluruh penjuru mata angin.

‘’Kegaiban tidak ada gangguan, tapi itu teknis karena remnya blong. Jadi soal teknis ya tanggung jawab (pembuat) mobilnya,’’ imbuh dia.

Wah, pinter ngeles juga nih Ki Manteb sang dalang kita. Akhirnya kita meyakini bahwa untuk berkendara dengan aman (safety riding) ada tiga faktor yang harus diperhatikan. Menurut Rifat Sungkar, pembalap nasional, ada tiga faktor penting. Pertama faktor mekanik kendaraan, apakah semua fungsi mekanik kendaraan sudah berfungsi dengan baik. Kedua, faktor kelistrikan, apakah semua fungsi kelistrikan sudah berfungsi dengan baik termasuk sistem mikro komputer yang disematkan pada sebagian mobil. Dan ketiga, yang paling penting adalah faktor manusianya. Pengendara harus memiliki attitude dan kesadaran berlalu-lintas yang baik.

Pada kasus kecelakaan tuxuci nampaknya disebabkan karena faktor mekanik, dimana rem tidak mampu menahan laju kendaraan. Hal ini diakibatkan karena perbedaan mobil listrik dan mobil mesin yang memiliki engine break sehingga membantu pengereman. Akhirnya lama kelamaan rem blong sehingga laju kendaraan tidak dapat ditahan. Untunglah Dahlan Iskan dengan sigap dan cepat memutuskan menabrak tebing sehingga kecelakaan lebih fatal bisa dihindari.

Apakah harus ada faktor keempat, yaitu kegaiban? Saya pikir dengan membaca doa perjalanan sudah lebih dari cukup daripada dengan ritual penolak bala.