gelagat anak berinternetIbarat belantara, internet dapat menyesatkan penggunanya jika tidak punya cukup pedoman dalam menjelajahinya. Apalagi buat anak-anak. Mereka adalah kelompok yang paling potensial untuk jadi korban kejahatan dunia maya.

Para orang tua tentunya tidak ingin hal buruk terjadi pada anak. Untuk itu, upaya prefentif perlu dilakukan, salah satu adalah membuat aturan bagi anak-anak kita dalam berinternet. Dalam kenyataannya, sering kali anak-anak dengan rasa keingintahuan yang tinggi mencoba mencari celah dan melanggar aturan yang telah dibuat. Sebelum anak Anda melakukan pelanggaran lebih jauh, kenali sejak awal gelagat mencurigakan dari mereka.

Berikut ini 10 gelagat mencurigakan yang harus kita waspadai, karena biasanya merupakan indikasi bahwa anak telah melanggar aturan berinternet.

1. Menerima sejumlah pesan yang tak biasa

Ini bisa menjadi pertanda bahwa anak telah memberikan informasi pribadinya. Penjaring informasi biasanya mengiming-imingi dengan berbagai hadiah mulai dari lagu-lagu MP3 gratis, piranti game, dan sebagainya. Beritahu dan peringatkan mereka bahaya yang mungkin timbul jika mereka mengobral informasi pribadi secara sembarangan. Ingatkan mereka untuk tidak memberikan informasi pribadi seperti alamat email, nomor telepon, dan alamat rumah kepada orang yang tak dikenal.

2. Menutup layar monitor dan window dengan cepat.

Refleks anak-anak biasanya akan sangat cepat saat dia ketahuan melanggar aturan. Anak yang tiba-tiba menutup layar monitornya patut diselidiki lebih lanjut. Cari tahu alasan mereka melakukan itu. Mungkin sudah saatnya untuk memasang parental software security, sehingga kita bisa memonitor aktivitas anak-anak kita saat berinternet dan segera memperingatkan mereka jika mulai mencoba mengakses situs-situs yang yang berbahaya buat mereka.

3. Mengakses internet saat larut malam

Kadangkala anak-anak khususnya yang sendirian dan kesepian di rumah, mudah tergoda untuk masuk ke situs seperti Facebook, atau mencoba aplikasi chatting. Segeralah cari tahu siapa-siapa saja teman mereka dan kelompok chatting apa saja yang sering dikunjungi. Jika dirasa perlu, pasanglah parental software security sehingga anak-anak kita aman dari ancaman predator dunia maya yang selalu bergentayangan mencari mangsa.

4. Mengubah password dan tidak mau memberitahukan kepada orang tua

Orang tua sebaiknya selalu mengetahui dan menyimpan password anak-anak mereka. Jika mereka mulai merahasiakannya, segera cari tahu password mereka yang baru. Parental software security akan sangat membantu jika mereka mulai mencoba untuk mengubah password.

5. Menggunakan komputer selain di rumah

Komputer-komputer di tempat umum, seperti perpustakaan ataupun warung internet biasanya memberikan akses internet yang tak terbatas. Dan fasilitas ini tidak mereka miliki di rumah, sehingga berhati-hatilah jika anak-anak menggunakan fasilitas ini. Jika memungkinkan dampingilah mereka, dan jika tidak minta mereka menyampaikan aktivitas dan situs-situs yang mereka kunjungi.

6. Mulai memisahkan diri dari keluarga atau teman-temannya

Pelaku kejahatan seksual biasanya berusaha mendekatkan korban pada mereka, dan menjauhkannya dari keluarga dan temanteman. Anak-anak kita pun bisa menjadi korban kejahatan seksual, baik yang dilakukan secara fisik maupun verbal.

7. Anda menemukan foto-foto asing di komputer

Secara acak cobalah cari file-file gambar atau foto pada komputer anak, seperti file .jpg, .tiff, .gif atau .bmp. Mintalah anak untuk memberikan informasi mengenai foto-foto tersebut, dan catat informasinya.

8. Menerima telpon dari nomor yang tak dikenal

Banyak pelaku kejahatan biasanya memilih menggunakan telepon untuk berkomunikasi dengan calon korban. Kadang mereka juga meminta calon korbannya untuk menelpon balik, dengan begitu mereka memperoleh nomor telpon si calon korban. Dengan ID tersebut pelaku bisa memperoleh identitas dan alamat calon korbannya, sehingga memudahkan mereka dalam beraksi.

9. Menerima kiriman surat, hadiah atau paket dari orang yang tak dikenal.

Pelaku kejahatan kadang melakukan modus kejahatannya dengan mengirimkan foto atau hadiah kepada calon korban. Jika anda menjumpai kejadian seperti ini, berhatihatilah dan segeralah ambil tindakan pencegahan segera.

10. Anda menemukan file atau gambar tak senonoh di komputer

Hal ini juga merupakan pertanda yang harus segera anda sikapi. Segeralah cari sumber file tersebut. Jika file tersbut berasal dari situs-situs internet segeralah blokir alamat-alamat tersebut. Jika berasal dari orang lain, tidak ada salahnya untuk segera menghubungi pihak berwajib.

Gelagat-gelagat tersebut di atas merupakan indikasi awal dari penyalahgunaan internet yang kerap terjadi pada anak-anak. Para orang tua tentunya tidak ingin anak terperosok dalam kejahatan internet. Tidak ada salahnya untuk berjagajaga, salah satunya dengan menggunakan parental software security di komputer anak, selain dengan selalu memberikan pemahaman yang benar terhadap bahaya dan manfaat di Internet.

Seri Interner Sehat, sumber Internet Sehat