Pembelajaran Paket CBandung (03/07) Banyak yang belum mengetahui bahwa sebenarnya kelahiran Program Paket C tidak direncanakan alias tidak secara by design. Awalnya pada pendidikan kesetaraan hanya dikenal dengan program Paket A dan Paket B. Kemunculan Paket C tidak dirancang sejak awal karena waktu itu sudah ada ujian persamaan SMA.

Sebelum tahun 2004 masyarakat yang ingin mendapatkan ijazah setara SMA cukup mengikuti ujian persamaan. Seiring berjalannya waktu, pelaksanaan ujian persamaan dipenuhi praktek jual beli ijazah. Maka pada tahun 2003 ujian persamaan dihapus berdasarkan Keputusan Mendiknas nomor 86/U/2003 tentang Penghapusan Ujian Persamaan (UPERS).

Sementara itu ada sebagian provinsi yang menyiapkan peserta ujian persamaan dengan memberikan bimbingan belajar atau semacam setengah sekolah.

Mengakomodasi penyelenggaraan bimbingan belajar dalam rangka persiapan ujian persamaan, maka kemudian dimunculkan program Paket C. Nomenklatur Paket C dipilih karena dipandang sebagai lanjutan dari Paket A dan Paket B. Akhirnya program Paket C resmi keberadaan dalam sub sistem pendidikan nasional berdasarkan Keputusan Mendiknas nomor  0132/U/2004 tentang Program Paket C.

Jadi lahirnya Paket C seiring dengan dihapusnya ujian persamaan. Kelahiran Paket C yang pada awalnya untuk memberantas praktek jual beli ijazah, ironisnya kini justru banyak praktek mafia ujian nasional pendidikan kesetaraan sebagai manifestasi lain dari jual beli ijazah.