tunjangan-pbTerbitnya Permendikbud nomor 17 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (BP-PAUDNI) dan Permendikbud nomor 18 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PP-PAUDNI) bisa menyisakan persoalan terkait dengan keberadaan pamong belajar di kedua lembaga tersebut.

Pada kedua Permendikbud yang mengatur organisasi dan tata kerja BP-PAUDNI dan PP-PAUDNI sama sekali tidak disebut adanya pamong belajar. Namun demikian keberadaan pamong belajar diakomodasi dalam pasal 6 Permendikbud nomor 17 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja BP-PAUDNI dan pasal 14 Permendikbud nomor 18 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja PP-PAUDNI. Dalam kedua pasall tersebut disebut adanya kelompok jabatan fungsional, walau tidak secara spesifik menyebut adanya pamong belajar. Artinya kelompok jabatan fungsional di BP-PAUDNI dan PP-PAUDNI bisa jadi tidak hanya pamong belajar.

Menurut Permenpan RB nomor 14 Tahun 2010 tentang Jabatan Pamong Belajar dan Angka Kreditnya pasal 4 menyebutkan bahwa tugas pokok pamong belajar adalah melaksanakan kegiatan belajar mengajar, mengkaji program, dan mengembangkan model di bidang PNFI. Dan lebih spesifik dalam pasal 1 angka 2 disebutkan bahwa pamong belajar adalah pendidik.

Sementara itu tugas pokok BP-PAUDNI sebagaimana diatur dalam Permendikbud nomor 17 Tahun 2012 pasal 4 adalah melaksanakan pemetaan mutu pendidikan, pengembangan program, supervisi, fasilitasi penyusunan dan pelaksanaan program, dan pengembangan sumber daya serta pelaksanaan kemitraan di bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan nonformal, dan pendidikan informal. Sedangkan tugas pokok PP-PAUDNI sebagaimana diatur dalam Permendikbud nomor 18 Tahun 2012 pasal 4 adalah melaksanakan pemetaan mutu pendidikan, pengembangan program dan model pendidikan, supervisi, fasilitasi penyusunan dan pelaksanaan program, penerapan model, dan pengembangan sumber daya serta kemitraan di bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan nonformal, dan pendidikan informal.

Format pamong belajar sebagai pendidik nampaknya akan semakin tergusur dalam tugas pokok dan fungsi PP-PAUDNI dan BP-PAUDNI. Tugas pendidik hanya akan dapat dilakukan melalui fungsi fasilitasi penyusunan dan pelaksanaan program, dan penerapan model pendidikan serta pengembangan dan pendayagunaan sumber daya di bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan nonformal, dan pendidikan informal. Itu pun sifatnya terbatas, karena tidak dalam konteks satuan pendidikan yang sifatnya reguler.

Demikian pula fungsi pengembangan model hanya dapat dilakukan oleh PP-PAUDNI. Artinya pamong belajar BP-PAUDNI tidak melaksanakan pengembangan model, namun pengembangan program. Karena fungsi pengembangan model tidak dimiliki oleh BP-PAUDNI. Lebih lanjut perlu ada penjelasan secara akademik perbedaan pengembangan model dan pengembangan program, terkait dengan asumsi bahwa pengembangan model lebih luas daripada pengembangan program. Sehingga pengembangan model hanya diampu oleh PP-PAUDNI.

Bila dicermati rincian fungsi BP-PAUDNI dan PP-PAUDNI serta dibandingkan dengan rincian kegiatan pamong belajar masih perlu kajian yang mendalam dalam mensiasati implementasi pelaksanaan tugas pamong belajar di kedua lembaga tersebut. Hal ini dikarenakan ternyata butir kegiatan pamong belajar sebagaimana diatur dalam Permenpan RB nomor 14 Tahun 2010 tidak sepenuhnya dapat diakomodasi dalam kedua fungsi lembaga tersebut.

Ataukah organisasi dan tata kerja BP-PAUDNI dan PP-PAUDNI yang baru memang didesain untuk menggusur pamong belajar? Wallahualam