KPYogyakarta (3/03) Dalam setiap pergantian kurikulum selalu dikedepankan premis-premis bahwa pelaksanaan kurikulum lama tidak berjalan karena kesalahan guru. Tengok saja dalam naskah akademik atau penjelasan yang merasionalisasi perubahan kurikulum 2013 guru dinyatakan masih mendominasi waktu untuk menjelaskan materi dan tidak mampu menerapkan student active learning.

Lebih dari pada itu guru dipandang kurang mampu mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). KTSP sebenarnya sungguh sangat ideal, karena guru yang memahami peserta didik sehingga guru yang sebaiknya menyusun kurikulum. Tapi yang terjadi adalah copy-paste kurikulum sekolah lain, hal ini disebabkan karena kemampuan guru belum disiapkan secara matang. Guru ketika kuliah belum disiapkan bagaimana mengembangkan kurikulum tapi hanya bagaimana menerapkan kurikulum. Lagi-lagi guru yang dijadikan kambing hitam untuk pembenaran atas kebijakan perubahan kurikulum.

Pun dalam kurikulum 2013 guru tidak sekedar dijadikan kambing hitam, namun sekaligus korban. Dihapuskannya mata pelajaran TIK dan pengurangan jam pelajaran diduga akan banyak memakan korban di pihak guru. Guru yang memiliki kualifikasi TIK akan terancam tunjangan profesinya karena tidak bisa mengampu mata pelajaran di kelas. Guru Bahasa Inggris pun akan terancam minimal beban mengajarnya karena pengurangan beban belajar pada kurikulum 2013. Begitu pula penghapusan mata pelajaran IPA di SMK, sehingga akan terjadi kelebihan kuota guru di kabupaten/kota. Guru akan sibuk berebut jam mengajar demi mempertahankan tunjangan profesinya.

Perubahan kurikulum dimaksudkan memiliki makna positif dalam pengembangan kepribadian dan  kompetensi peserta didik di masa mendatang. Namun guru adalah tokoh sentral dalam implementasi perubahan kurikulum tersebut. Dan tokoh sentral tersebut tidak pernah diajak bicara, minimal melalui representasi asosiasi profesinya. Terkesan tokoh sentral tinggal terima jadi dan tinggal pakai tanpa bisa berbuat banyak.

Dan tidak bisa berbuat apa-apa ketika akan jadi korban.