prov kaltara2Kalimantan Utara adalah provinsi baru hasil pemekaran dari Kalimantan Timur. Uniknya, provinsi ke-34 ini disingkat menjadi Kaltara bukan Kalut. Padahal Sumatera Utara disingkat Sumut, Sulawesi Utara disingkat Sulut, dan Maluku Utara disingkat Malut. Bahkan kaidah akronim juga berbeda provinsi lainnya di Kalimantan yaitu Kalbar, Kalteng, Kalsel, dan Kaltim.

Menurut Pedoman Umum EYD, akronim adalah adalah singkatan dari dua kata atau lebih yang diperlakukan sebagai sebuah kata. Aturan umum pembentukan akronim adalah (1) jumlah suku kata akronim tidak melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia (tidak lebih dari tiga suku kata); (2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata bahasa Indonesia yang lazim agar mudah diucapkan dan diingat.

Tidak ada kaidah harus mengikuti akronim lainnya dalam mengambil suku kata menjadi akronim baru. Jika mengikuti kaidah akronim provinsi lainnya di Kalimantan, Kalbar, Kalteng, Kalsel, dan Kaltim maka Kalimantan Utara seharusnya menjadi Kalut. Di dalam Pedoman Umum EYD tidak ada kaidah tersebut.

Kata kalut dalam kamus bahasa Indonesia adalah (1) kusut tidak keruan; kacau (2) kacau pikiran dan berkata tidak keruan. Maka masyarakat di wilayah Kalimantan Utara lebih nyaman dengan akronim Kaltara dibanding Kalut. Hal ini barangkali sepele, namun memiliki dampak psikologis yang besar bagi masyarakat Kalimantan Utara sebagai provinsi ke-34.

Provinsi Kaltara telah disahkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 tentang Pembentukan Provinsi Kalimantan Utara. Provinsi Kalimantan Utara resmi membawahi empat kabupaten, yaitu Bulungan, Malinau, Nunukan, dan Tana Tidung, serta satu kota, yaitu Tarakan.

Wilayah Kalimantan Utara mempunyai luas hingga 75.467,70 km2. Jumlah penduduknya sebanyak 622.350 jiwa. Tanjung Selor (Kabupaten Bulungan) ditetapkan menjadi ibukota Kalimantan Utara guna mendorong ekonomi di kawasan yang baru terbentuk tersebut.

Tujuan utama terbentuknya provinsi baru di wilayah utara pulau Kalimantan adalah bertujuan agar dapat memperpendek rentang kendali (span of control) pemerintahan, terutama di kawasan perbatasan. Pemerintah berharap dengan adanya pemerintahan provinsi, permasalahan di perbatasan utara Kalimantan dapat langsung dikontrol dan dikendalikan oleh pemerintah pusat dan daerah. Tak hanya itu, adanya pemerintah provinsi baru diharapkan juga dapat meningkatkan perekonomian warga Kalimantan Timur yang berada di dekat perbatasan dengan negara-negara tetangga.

Kalimantan Utara secara ekonomi memiliki yang luas biasa, dengan hutan seluas 7.855.168 ha menghasilkan kayu alam dan hasil hutan ikutan seperti gaharu, sarang burung walet, damar, rotan dan tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat untuk obat-obatan.

Selain itu juga memiliki potensi tambang yang sangat besar termasuk tambang migas emas, uranium, batubara, batu permata dan lain-lainnya.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, provinsi di sebelah utara Kalimantan ini memiliki potensi alam yang luar biasa. “Mulai dari minyak, gas, kelautan dan tambang,” katanya.

Kalimantan Utara  adalah wilayah strategis segitiga Indonesia-Malaysia-Filipina.  Kawasan perairan Kalimantan Utara juga memiliki wilayah Ambalat, yang diperkirakan kaya sumber daya minyak dan gas.

Di wilayah ini pun ada potensi perikanan dan pariwisata yang belum dimanfaatkan. Sektor pariwisata menawarkan wisata alam berupa wisata hutan, sungai, jeram dan wisata bahari yang dipadukan dengan wisata budaya, yang masih sangat terbuka untuk dikembangkan.

Kaltara memiliki perbatasan sepanjang 2.004 kilometer yang selama ini tidak terpantau Pemerintah Provinsi Kaltim.  Perbatasan darat Kaltara sangat potensial untuk pengembangan perkebunan, dan perbatasan laut dapat menjadi tempat beroperasi armada kapal ikan, sekaligus menjaga kedaulatan di kawasan Ambalat, sebagaimana Malaysia membangun ekowisata di Sipadan dan Ligitan untuk membuktikan pertuanan atas wilayah itu.

Wilayah terluar perairan Kaltara mencakup Pulau Sebatik, Mercusuar Karang Unarang di Ambalat, Pulau Maratua, Pulau Sambit, dan Pulau Lingian

Dari berbagai sumber:

  1. http://istilahkata.com/kalut.html
  2. http://wartaekonomi.co.id/berita14518/provinsi-kalimantan-utara-harapan-baru-masyarakat-perbatasan-kalimantan.html
  3. http://kaltaranews.com/19-tahukah-anda/122-potensi-kalimantan-bagian-utara.html
  4. http://energitoday.com/2012/11/01/kaltara-simpan-potensi-migas-dan-tambang/