K13 Diksetara: Penilaian Berbasis Modul, Tidak Ada Ujian Semester

Yogyakarta (05/08/2019) Penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan sangat berbeda dengan kurikulum lama (2007) dan juga berbeda dengan penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 pendidikan formal. Perbedaannya terletak pada pelaksanaan penilaian hasil belajar oleh pendidik (tutor). Pelaksanaan pembelajaran Kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan adalah berbasis modul. Pembelajaran berbasis modul ini berimplikasi pada pelaksanaan penilaian hasil belajar penilaian dan pelaporannya.

Kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan sebagaimana kurikulum 2013 pendidikan formal mengenal penilaian capaian kompetensi dasar sikap spritual, capaian kompetensi sikap sosial, capaian kompetensi pengetahuan dan capaian kompetensi keterampilan. Penilaian capaian kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial dilakukan oleh tutor mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Kedua tutor tersebut menilai keempat capaian kompetensi (kompetensi dasar sikap spritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan). Tutor mata pelajaran lainnya melakukan penilaian capaian kompetensi dasar pengetahuan dan capaian kompetensi dasar keterampilan.

Kini tutor pendidikan kesetaraan tidak hanya melakukan penilaian pengetahuan seperti yang selama ini dilakukan. Tutor juga harus melakukan penilaian capaian kompetensi dasar keterampilan. Sudah barang tentu setelah melakukan penugasan dan menilai produk atau kinerja keterampilan peserta didik yang ditagihkan. Bukannya bisa menyajikan nilai tapi tidak pernah ada obyek yang dinilai.

Salah satu prinsip pembelajaran berbasis modul adalah peserta didik dapat mempelajari modul berikutnya jika modul sebelumnya sudah tuntas dikuasai. Pengertian tuntas adalah telah mencapai batas kriteria ketuntasan minimal (KKM) modul. Oleh karena itu untuk menguji apakah peserta didik sudah memenuhi KKM dilakukan penilaian. Penilaian hasil belajar dilakukan untuk semua capaian kompetensi dasar yang seharusnya dikuasai peserta didik pada modul tersebut.

Pada artikel kali ini dibahas tentang penilaian kompetensi dasar pengetahuan dan penilaian kompetensi dasar keterampilan. Penilaian dimensi sikap spiritual dan sikap sosial akan dibahas pada kesempatan lainnya.

Penilaian Kompetensi Dasar Pengetahuan

Penilaian hasil belajar capaian kompetensi dasar pengetahuan dilakukan melalui penugasan/latihan dan ujian modul. Instrumen penugasan atau latihan sudah tercantum di dalam modul, tutor tinggal memberikan penegasan untuk mengerjakan dan melakukan tagihan sesuai waktu yang sudah disepakati. Instrumen atau soal ujian modul dapat menggunakan soal akhir yang tercantum di modul dengan melakukan modifikasi baik dari sisi stem soal atau pun opsi jawaban. Akan lebih bagus lagi jika tutor mengembangkan sendiri soal ujian modulnya.

Jadi tidak perlu label “ujian modul” ditakutkan seperti ujian semester atau bahkan ujian nasional. Ujian modul hakekatnya adalah menilai capaian kompetensi dasar yang termuat di dalam modul, jadi seperti ulangan harian di sekolah. Sehingga pelaksanaan ujian modul tidak perlu seperti pelaksanaan ujian semester, cukup dilakukan dalam jadwal pembelajaran mata pelajaran yang bersangkutan di akhir pembelajaran modul. Pelaksanaan ujian modul ini bisa berbeda antara peserta didik satu dan lainnya, bergantung kepada kecepatan menguasai kompetensi modulnya.

Pelaksanaan ujian modul dilakukan sesuai dengan jadwal pembelajaran atau waktu yang disepakati. Pelaksanaan ujian modul tidak perlu didesain seperti ujian semester atau ujian nasional yang harus mengunakan kartu ujian dan sebagainya. Namanya saja yang “ujian”, tapi sebenarnya ujian modul pendidikan kesetaraan itu sama dengan ulangan harian pada pendidikan formal. Mengapa? Karena capaian yang hendak diuji adalah capaian kompetensi dasar yang tercantum dalam modul. Satu modul biasanya terdiri dari satu pasangan kompetensi dasar atau lebih (tidak banyak pasangan kompetensi dasar). Sedangkan ulangan harian (pendidikan formal) dilakukan untuk setiap pasangan kompetensi dasar.

Format Data Penilaian Dimensi Pengetahuan Berbasis Modul

Bagaimana membuat nilai capaian kompetensi dasar pengetahuan? Di atas sudah disebutkan bahwa penilaian capaian pengetahuan dilakukan melalui penugasan/latihan dan ujian modul. Berarti minimal ada dua kali penilaian yaitu penugasan/latihan dan ujian modul. Bisa saja tutor memberikan lebih banyak penugasan/latihan yang bersumber dari modul, sehingga penilaian dilakukan pada penugasan 1, penugasan 2 dan ujian modul. Perlu diperhatikan bahwa nilai modul tidak hanya berasal dari nilai ujian modul tapi merupakan nilai gabungan (komposit) dari nilai penugasan 1, penugasan 2 dan ujian modul. Hal ini berarti penilaian hasil belajar juga memperhatikan penilaian proses, tidak hanya mengandalkan nilai ujian modul. Nilai masing-masing unsur di atas dilakukan pembobotan sehingga dihasilkan nilai gabungan. Nilai jangan direrata, tapi dibobot. Pembobotan pada nilai ujian modul lebih besar daripada nilai penugasan. Misalnya ujian modul diberi bobot 60%, maka masing-masing penugasan diberi bobot 20% sehingga bobot total 100%.

Penilaian Kompetensi Dasar Keterampilan

Penilaian keterampilan menjadi salah satu pembeda dengan kurikulum lama, termasuk pendidikan kesetaraan. Pada kurikulum lama tidak semua mata pelajaran diwajibkan melakukan penilaian keterampilan, karena tidak semua mata pelajaran atau muatan kurikulum memiliki kompetensi dasar keterampilan. Inilah salah satu pembeda kurikulum 2013 dengan kurikulum lama. Ketika dimensi keterampilan memiliki rumusan kompetensi dasar, maka wajib hukumnya dilakukan penilaian keterampilan.

Oleh karena itu disamping menyajikan nilai capaian pengetahuan, tutor juga harus menyajikan nilai capaian keterampilan. Agar dapat menyajikan nilai maka tutor harus melakukan penilaian. Selanjutnya agar dapat melakukan penilaian harus ada obyek yang dinilai. Obyek yang dinilai bisa berupa produk atau kinerja yang disajikan oleh peserta didik sesuai dengan rumusan kata kerja operasional indikator pencapaian kompetensi dan kompetensi dasar.

Penilaian kompetensi dasar keterampilan dilakukan untuk setiap modul. Kontruksi kompetensi dasar K13 selalu berpasangan antara kompetensi dasar pengetahuan dan kompetensi dasar keterampilan, maka jumlah kompetensi dasar keterampilan dalam satu modul akan sama dengan jumlah kompetensi dasar pengetahuan.

Instrumen penilaian capaian kompetensi dasar keterampilan sudah dimuat di dalam modul. Bentuk instrumen penilaian keterampilan biasanya berupa instruksi atau penugasan untuk melakukan sesuatu atau membuat sesuatu. Biasanya dalam bentuk penugasan. Setiap modul dipastikan sudah memuat penugasan untuk penilaian kompetensi dasar keterampilan. Tutor harus mencermati pada bagian atau halaman mana bentuk penugasan keterampilan tersebut di muat dalam modul. Penugasan tersebut bisa saja satu buah atau lebih. Jumlah penugasan bergantung pada rumusan indikator pencapaian kompetensi.

Perlu diperhatikan bahwa di dalam modul banyak sekali bentuk penugasan. Setiap penugasan di dalam modul belum tentu merupakan bentuk  tagihan penilaian kompetensi dasar keterampilan. Tutor perlu mencermati kalimat perintah dan atau tujuan penugasan. Jika tujuan penugasan untuk memperdalam dimensi pengetahuan, maka (walau namanya penugasan) itu bukanlah termasuk penilaian keterampilan. Cek betul apakah rumusan tujuan penugasan atau keluaran yang dihasilkan adalah untuk menguji capaian keterampilan atau tidak. Langkah ini dicermati dalam analisis modul.

Baca ulasan mengenai analisis modul: Analisis Modul: Langkah Penting Pengembangan Silabus Berbasis Modul

Nilai capaian keterampilan disajikan untuk setiap modul. Di dalam rapor wajib dituliskan setiap mata pelajaran setiap modul, bukan paket kompetensi (semester). Kecuali mata pelajaran Pemberdayaan, Keterampilan Wajib dan Keterampilan Pilihan disajikan setiap paket kompetensi. Jadi semua mata pelajaran kelompok umum nilai capaian keterampilan disajikan untuk setiap modul.

Persoalannya adalah bagaimana melakukan penilaian kompetensi dasar keterampilan? Penilaian kompetensi dasar pengetahuan dilakukan dengan cara melakukan tes. Bentuk tes bisa bermacam-macam antara lain uraian, pilihan ganda, mencocokkan dan lain-lain. Penilaian kompetensi dasar keterampilan tidak dilakukan dengan tes melainkan penilaian kinerja (performance) dan atau penilaian produk/karya. Untuk melakukan penilaian bentuk cukup dilakukan dengan mencocokkan jawaban dengan dengan kunci jawaban. Penilaian kompetensi dasar keterampilan bentuk “kunci jawaban” dinamakan rubrik penilaian. Rubrik penilaian inilah digunakan sebagai acuan tutor melakukan penilaian kinerja dan atau produk/karya peserta didik sesuai dengan tuntutan kompetensi dasarnya. Uraian tentang mengembangkan instrumen penilaian keterampilan, termasuk rubrik penilaian, akan dibahas secara khusus pada kesempatan lain.

Format Data Penilaian Dimensi Keterampilan Berbasis Modul

Nilai capaian keterampilan disajikan dalam rapor berasal dari rerata nilai. Jika dalam modul hanya terdapat satu penilaian keterampilan maka nilai tersebut menjadi nilai modul. Namun jika terdapat beberapa penilaian keterampilan maka yang disajikan adalah rerata nilai capaian kompetensi dasar keterampilan. Perlu diperhatikan bahwa pada penilaian kompetensi dasar keterampilan tidak perlu dilakukan ujian modul. Ujian modul hanya dilakukan pada kompetensi dasar pengetahuan. Nilai capaian keterampilan cukup dari penilaian penugasan.

Remidial dan Ujian Ulang

Jika peserta didik ternyata tidak mencapai nilai KKM yang ditentukan, maka peserta didik diberi kesempatan untuk melakukan ujian modul ulang. Ada baiknya tutor melakukan pembelajaran remidial baik secara tatap muka, tutorial ataupun belajar mandiri. Jika dipilih belajar mandiri pastikan tutor melakukan pendampingan agar peserta didik dapat lebih menguasai kompetensi sehingga mencapai KKM.

Pelaporan Nilai Hasil Belajar

Nilai hasil belajar atau capaian hasil belajar untuk capaian pengetahuan dan capaian keterampilan kurikulum 2013 dilaporkan untuk setiap modul. Bukan lagi semester, sehingga tidak lagi diperlukan ujian semester. Penyajian laporan hasil belajar dilakukan setiap paket kompetensi. Pada paket kompetensi ganjil dilaporkan nilai tiga modul dan paket kompetensi genap dilaporkan dua modul. Mengenai pembagian paket kompetensi bisa baca uraian tautan berikut. Pada kesempatan lain akan dibahas mengenai bentuk laporan hasil belajar kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan atau rapor pendidikan kesetaran. [fauziep]

Rancangan Implementasi Pembelajaran Kurikulum 2013 Pendidikan Kesetaraan Berbasis Modul

K13 Pendidikan Kesetaraan: Satu Paket Kompetensi Itu Setara Satu Semester

13 tanggapan pada “K13 Diksetara: Penilaian Berbasis Modul, Tidak Ada Ujian Semester”

  1. bagaimana dengan anak yg sdh mnyelesaikan modul lbh cepat daripada anak2 yg lain?
    apakah bisa dia ikut ujian nasional tdk sampai 3 thn?

  2. Ini penjelasan yang kami butuhkan. Belum semua paham tentang pendidikan Nonformal, jd sering masih dilihat sebelah mata.
    Matur nuwun. Ijin kulo copas nggih.

  3. Pak, kalau ada siswa , misal dia kelas 9, tapi tidak punya nilai rapot kelas 7 dan 8 di sekolah/pesantren sebelumnya, bagaimana Pak? Mhn jawabannya

  4. Asalamualaikum pak Fauzi.
    Pak, saya ingin bertanya.
    Penentuan peserta didik hrs remedial/tidak apakah berdasarkan hasil ujian modul saja atau berdasarkan nilai gabungan (penugasan & ujian modul)?

  5. Asalamualaikum pak Fauzi.
    Pak, saya ingin bertanya.
    Penentuan peserta didik hrs remedial/tidak apakah berdasarkan hasil ujian modul saja atau berdasarkan nilai gabungan (penugasan & ujian modul)?

Komentar ditutup.