Jawaban: Penilik dalam Pusaran Akreditasi

Oleh Arif Nasdianto (Ketua IPI DKI Jakarta)

akreditasiBanyak masyarakat selalu mempertanyakan siapa orang atau lembaga yang memberikan sertifikasi kelayakan program dan lembaga melalui akreditasi.  Tentu sebuah badan yang memiliki fungsi memberikan sertifikasi kelayakan mutu pendidikan berdasarkan pada standar nasional pendidikan.  Tahun 2016 Badan Akreditasi Provinsi Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (BAP PAUD PNF) adalah sebuah badan di tingkat privinsi yang memiliki kewenangan dalam melakukan akreditasi sebuah  program dan lembaga PAUD Dikmas.  Kewenangan badan ini sangat bergengsi  ketika dampak hasil penilaiannya dapat dipergunakan oleh lembaga sesuai dengan kebutuhan dan peraturan yang berlaku.

Kemudian bagaimana peran penilik dalam pusaran kegiatan akreditasi tersebut?  Pertanyaan ini sangat menggelitik pikiran saya sebagai penilik.  Kita tahu bahwa jabatan penilik adalah seorang PNS   yang mengawasi penyelenggaraan pendidikan nonformal (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005) atau seorang PNS yang diberikan tugas dan kewenangannya untuk mengendalikan mutu program PAUD,  pendidikan keaksaraan dan kesetaraan serta kursus. (Permenpan RB nomor 14 Tahun  2010)

Memperhatikan peraturan di atas peran penilik dalam pusaran akreditasi sudah sangat jelas yaitu sebagai pengendali mutu program sesuai dengan standar nasional pendidikan. Sebagai pengendali tentu penilik berupaya jangan ada devias  yang terjadi tidak sesuai dengan delapan standar nadional pendidikan.

Bagaimana upaya dan peran penilik agar sebuah lembaga dan program programnya berjalan dalam satu rel standar nadional pendidikan.  Untuk memupuk hal itu peran penilik sangat strategis:

  1. Mempertahankan kelayakan sertifikasi akreditasi.
  2. Membangun penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan di sebuah  lembaga  sesuai dengan SNP.

Pertanyaan selanjutnya bagaimana cara peran penilik diwujudkan dalam perfomanya (unjuk kerja)? Sesuai dengan tusi dan kewenangannya penilik  sebagai pengendali mutu program tentu  performa tersebut melalui tahapan yang penuh ketelitian.  Tahapan tersebut mulai dari perencanaan pengendalian mutu,  melakukan pemantauan mutu,  melakukan penilaian mutu,  melakukan bimbingan  dan pernbinaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan standar nasional pendidikan baik perorangan maupun kelompok,  melakukan bimbingan dan pembinaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan PNF dalam rnelakukan penelitian atau pengembangan pembelajaran, pelatinan, baik perorangan maupun kelompok dan melakukan pembimbingan dan pembinaan kepada pendidik dan tenaga kependidlkan PNF dalam menggunakan dan rnengernbangkan media pernbelajaran dan teknologi inforrnasi untuk kegiatan pembelajaran, pelatihan, dan bimbingan lembaga yang di dalamnya menyelenggarakan program program PNF.  Performa terakhir adalan membuat laporan pengendalian mutu secara periodik baik triwulan maupun tahunan.

By: Arif Nasdianto@2016

Ketua IPI Provinsi DKI Jakarta

3 tanggapan pada “Jawaban: Penilik dalam Pusaran Akreditasi”

  1. Kalau penilik di seluruh Indonesia cara berpikirnya seperti bapak Arif Nasdianto saya yakin program Paud dan Dikmas akan mengalami masa keemasan
    ( tidak anak tirikan lagi ) Karena kenyataannya sampai sekarang ini di daerah saya banyak penilik yang tidak mengerti tusinya yang penting guru -guru paud dapat gaji dari APBD dianggap tugasnya sudah selesai, tetapi semua itu bukan hanya salahnya penilik karena selama ini pejabat yang megangkat penilikpun juga punya kepentingan bahkan kabid paud dikmasnya saja tidak paham dengan tugas seorang penilik.

  2. Lebih ideal lagi manakala dalam pelaksanaan tusinya, Penilik mendapat dukungan sepenuhnya dari pejabat yang berwenang. Bentuk dukungan yang dimaksud adalah adanya kesempatan ruang dan gerak bagi penilik dalam melaksanakan tugasnya sesuai peraturan yang berlaku. Dinas Pendidikan kab/kota mampu melakukan peran dan fungsinya sebagaimana seharusnya sehingga ada harmonisasi dengan penilik dalam pelaksanaan tusinya tanpa harus merasakan seperti terkebiri perannya

  3. Penilik memiliki tupoksi sebagai pengendali mutu program ( Penilik Pertama, Penilik Muda, Penilik Madya). Kemudian kalo kita lihat teman kita yaitu Pengawas TK/SD memiliki tupoksi sebagai penjamin mutu program/SD.
    Maksud perbandingan diatas yang kiranya tupoksi hampir sama namun dalam urusan akreditasi SD para pengawas adalah pelakunya/assesornya. Sedang urusan akreditasi program PAUD Dikmas penilik bukan pelakunya/assesor ( meski ada penilik yg terlibat namun sebatas individu ). Hemat kami penilik sebagai pengendali mutu dengan kegiatannya dari perencanaan Dalmut, pemantauan, penilaian dan pembinaan PTK PAUD Dikmas seyogyanya dujadikan assesor secara jabatan bukan secara individu seperti Pengawas SD ya sebagai penjamin mutu juga assesornya.

Komentar ditutup.