KF FreeportYogyakarta (29/05/2012). Sembilan orang instruktur program basic literacy numeracy PT. Freeport Indonesia mengikuti pendidikan dan pelatihan pendidikan keaksaraan fungsional di Yogyakarta yang diselenggarakan oleh BPKB DIY kerjasama dengan PT. Freeport Indonesia pada tanggal 21 sampai dengan 27 Mei 2012. Dalam konteks pendidikan keaksaraan sembilan orang instruktur ini melakukan tugas sebagai tutor keaksaraan fungsional, namun perusahaan menggunakan istilah instruktur. PT. Freeport Indonesia menyelenggarakan program basic literacy numeracy yang diperuntukkan untuk karyawan 7 suku yang bekerja di PT Freeport Indonesia, privatisasi dan kontraktor. Para pekerja dari 7 suku ini karena hak ulayat mendapatkan kesempatan untuk bekerja di PT. Freeport. Sebagian besar dari mereka belum mengenal huruf dan angka atau belum lancar membaca dan menulis. Program basic literacy numeracy yang diselenggarakan terdiri dari 4 level, dimana tiap level berlangsung sekitar 5 sampai dengan 6 minggu. Pada awal mengikuti program peserta dilakukan placement test terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat kemampuan, hal ini bertujuan untuk pengelompokan level kelas. Keaksaraan Dasar tingkat 1 sampai 4 Level 1: huruf, kata-kata sederhana dalam kegiatan sehari-hari Level 2: memahami arti dari kata-kata dan kalimat sederhana dari suatu bagian yang sangat singkat dan menjawab pertanyaan lisan tentang perjalanan yang telah dibaca Level 3: menjawab pertanyaan dekat bagian tertentu. Tulis kalimat. Memahamibsinonim, antonim akronim Level 4: menganalisis bagian-bagian tertentu, menjawab pertanyaan terbuka, menulistulisan pendek Berhitung Dasar tingkat 1 sampai 4 Level 1: tahu dan menulis nama dan simbol numerik 1-100. Menghitung 1-100.Tambahan dan pengurangan perhitungan dalam 2 digit. Level 2: tambahan, pengurangan, perkalian perhitungan dalam 3 dan 4 digit. Level 3: Tambahan, pengurangan, perkalian perhitungan, pembagian menjadi 6 digit.Bentuk dan geometri Level 4: menerapkan persentase, desimal, fraksi, pengukuran, matematika studi kasus. Proses kegiatan belajar mengajar selama ini dilakukan sama dengan pendidikan formal, peserta kita beri materi, instruktur menjelaskan konsep, kemudian peserta diberi tugas tertulis dan instruktur melakukan observasi dan control utk mengecek kompetensinya. Hasil akhir dari program literacy, peserta diharapkan mampu untuk membaca dengan lancar dan memahami bacaan serta bisa menjawab pertanyaan baik terbuka maupun tertutup, dan juga dapat mengembangkan essay sederhana. Sedangkan hasil akhir program numeracy, peserta mampu melakukan operasional perhitungan, dimana membantu dan meningkatkan di dalam tugas pekerjaan yang diberikan. Selama kurun waktu tahun 2005-2011 terdapat 1.954 orang yang mengikuti program literacy numeracy ini. Dari sejumlah itu telah lulus program sebanyak 416 orang. Sehingga saat ini masih banyak peserta atau penduduk asli yang juga karyawan PT Freeprot yang mengikuti program ini. Ada pertanyaan besar, apakah program yang selama ini sudah berjalan dapat mendapatkan sertifikat atau ijasah bagi peserta didik yang telah menyelesaikan program. Karena itulah, maka PT. Freeport mengirim para instruktur mengikuti diklat pendidikan keaksaraan fungsional. Hakekatnya program yang selama ini dilakukan sama dengan pendidikan keaksaraan fungsional, bahkan tema dan bahan ajar yang dikembangkan sudah sangat fungsional banget karena membekali peserta agar bisa mengikuti dan memahami standar operasional prosedur perusahaan yang biasanya berupa manual tulisan. Bahkan dalam diskusi disimpulkan bahwa keluaran yang dirumuskan tim instruktur sudah sesuai dengan standar kompetensi lulusan pendidikan keaksaraan, hanya tinggal menata dalam silabusnya menyesuaikan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang sudah dikembangkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan demikian, pada gilirannya peserta dapat memperoleh ijasah yang disebut dengan surat keterangan melek aksara (SUKMA). Selama mengikuti diklat pendidikan keasaraan fungsional instruktur (tutor) dibekali dengan kemampuan merencanakan pembelajaran (silabus dan rencana pembelajaran), metode dan media, serta penilaian hasil belajar keaksaraan fungsional. Peserta mendapatkan pencerahan terkait dengan konsep dasar pendidikan keaksaraan sehingga diharapkan dapat digunakan untuk menyempurnakan program basic literacy numeracy. Selama diklat juga dilakukan praktek penyusunan silabus dan rencana pembelajaran serta mikroteaching.