Ini Enam Komponen Literasi

Jakarta (07/09/2017) Kini literasi tidak hanya sekedar membaca dan menulis. Konsep literasi berkembang tidak hanya terkait baca-tulis-hitung namun meliputi berbagai aspek dalam menghadapi kehidupan abad 21. Begitu pula gerakan keaksaraan dari tahun ke tahun berkembang dari pemberantasan buta huruf, budaya baca, hingga literasi digital.

Tema Hari Aksara Internasional tahun ini (2017) yang diusung oleh UNESCO adalah ”Literacy in a Digital World”. Kemendikbud kemudian menerjemahkan tema tersebut, yakni Membangun Budaya Literasi di Era Digital, dengan tujuan melihat jenis keterampilan keaksaraan yang dibutuhkan orang untuk menavigasi masyarakat yang dimediasi secara digital, dan mengeksplorasi kebijakan keaksaraan yang efektif. Secara lengkap tema Hari Aksara Internasional yang diperingati di Kuningan, 8 September 2017 adalah “Membangun budaya literasi di era digital, Literasi digital membangun karakter bangsa dan Literasi digital membangun peradaban bangsa”.

Literasi digital merupakan salah satu dari enam komponen literasi. Ini enam komponen literasi sebagaimana dikutip dari “Panduan Penyelenggaraan Program Kampung Literasi” (Kemendikbud, 2017).

  1. Literasi Baca Tulis

Baca tulis adalah dasar dari setiap kegiatan literasi. Literasi baca tulis merupakan kemampuan untuk memahami, menggunakan dan merefleksikan tulisan dalam mencapai suatu tujuan, mengembangkan pengetahuan dan potensi untuk dapat berpartisipasi di masyarakat

Kegiatan-kegiatan yang dapat dikembangkan dalam literasi baca-tulis, antara lain:

a. Membaca dan Bercerita

  • Kegiatan membaca bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan jika dilakukan dengan bentuk yang beragam. Variasi kegiatan dalam membaca dan bercerita, antara lain:
  • Membaca senyap, membaca buku tanpa mengeluarkan suara. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh setiap orang.
  • Membaca nyaring (read a loud), membacakan buku dengan bersuara dan didengarkan oleh peserta lainnya.
  • Membaca dan bercerita, memahami bahan bacaan kemudian menyampaikan kembali isi buku.

b. Kelompok Baca Berkala

Kelompok baca berkala adalah kegiatan untuk sama-sama membahas sebuah buku atau isu tertentu. Kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membaca yang lebih komprehensif, meningkatkan kemampuan untuk menganalisa dan mengkritisi secara utuh isu-isu tertentu yang sedang berkembang di masyarakat.

c. Penulisan Sejarah Kampung dan Potensi/Kearifan Lokal

Penulisan sejarah kampung atau potensi dan kearifan lokal sebuah kampung merupakan upaya kita bersama untuk mempublikasikan dan melestarikan nilai-nilai dan sejarah kampung agar tetap hidup di masyarakat. Publikasi dan penulisan bisa dilakukan di berbagai media, cetak maupun elektronik.

  1. Literasi Berhitung

Literasi berhitung merupakan kemampuan untuk merumuskan, menerapkan dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks, mencakup penalaran matematis dan menggunakan konsep matematika, prosedur, fakta dan alat-alat untuk menggambarkan, menjelaskan dan memprediksi fenomena. Dalam konteks di masyarakat, literasi berhitung bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam memahami peran dan kegunaan berhitung dalam aspek kehidupan sehari-hari. Ragam kegiatan yang dapat dikembangkan antara lain, bermain dengan menggunakan hitung-hitungan dan angka.

  1. Literasi Sains

Literasi sains adalah kemampuan menggunakan pengetahuan sains dalam mengidentifikasi dan memperoleh pengetahuan baru, menggambarkan fenomena ilmiah dan menarik kesimpulan berdasarkan fakta. Kegiatan-kegiatan yang dapat dikembangkan dalam literasi sains, antara lain mengenal alam sekitar dan lingkungan, mengenal fenomena alam, belajar bersama dengan alat peraga sains, pengenalan hidup sehat, dll.

  1. Literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi

Literasi teknologi informasi dan komunikasi merupakan keterampilan berpikir kritis dan kreatif terhadap informasi dan komunikasi sebagai warga global dengan bertanggung jawab dan beretika dalam menggunakan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (www.edu. gov.mb.ca/). Tujuannya adalah mengedukasi masyarakat dalam memanfaatkan teknologi dan komunikasi secara bijak dan kreatif. Kegiatan-kegiatan yang dapat dikembangkan, antara lain:

  • Mengenal dan belajar menggunakan perangkat komputer;
  • Belajar menggunakan media sosial sebagai sarana publikasi kegiatan dan hal-hal yang kreatif;
  • Pelatihan jurnalistik;
  • Memanfaatkan teknologi untuk wirausaha.
  1. Literasi Keuangan

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan adalah rangkaian proses atau aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan, keyakinan dan keterampilan konsumen serta masyarakat luas sehingga mereka mampu mengelola keuangan dengan baik. Tujuan literasi keuangan adalah mengedukasi masyarakat terkait dengan pengetahuan mengelola, manajemen keuangan dan investasi. Bentuk kegiatan yang dapat dikembangkan adalah mengenal jasa keuangan dan investasi, membangun koperasi bersama, mengenal transaksi keuangan elektronik, dan lain-lain.

  1. Literasi Budaya dan Kewarganegaraan

Literasi kebudayaan adalah pengetahuan tentang sejarah, kontribusi dan perspektif dari kelompok budaya yang berbeda. Literasi kewarganegaraan merupakan pemahaman mengenai bentuk dan fungsi pemerintahan, kewarganegaraan serta partisipasi sosial dan politik individu. Sasaran dari literasi budaya dan kewarganegaraan adalah mengedukasi masyarakat terkait sejarah dan perspektif budaya serta kewarganegaraan. Bentuk kegiatan yang dapat dikembangkan, antara lain:

  • Rembuk Budaya Lokal

Urun rembuk bersama komponen masyarakat untuk menghidupkan tradisi lokal yang dulu pernah ada di masyarakat untuk dikenalkan kembali kepada generasi penerus.

  • Gelar Budaya

Kegiatan pagelaran budaya yang menampilkan kembali kekayaan tradisi/budaya lokal yang melibatkan seluruh komponen masyarakat. Di beberapa daerah, gelar budaya bahkan dikembangkan menjadi potensi wisata.

  • Pengetahuan dasar terkait kepemimpinan dan kebangsaan.

[fauziep]

Tinggalkan Balasan