homeschoolingJakarta (10/02/16) Dalam Permendikbud nomor 129 Tahun 2014 tentang Sekolahrumah dinyatakan bahwa penyelenggara sekolahrumah tunggal dan sekolahrumah majemuk wajib untuk mendaftar ke Dinas Pendidikan kabupaten/kota (pasal 6 ayat 1). Namun persoalan belum selesai hanya dengan mendaftarkan diri ke Dinas Pendidikan karena peserta didik sekolahrumah tidak akan bisa mengikuti ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) atau ujian nasional (UN) jika tidak terdaftar pada satuan pendidikan.

Pasal 8 ayat (1) menyatakan bahwa penilaian  hasil  pembelajaran peserta didik  sekolahrumah  yang akan mengikuti  UN/UNPK  dilaksanakan sesuai dengan  ketentuan  peraturan perundang-undangan. Sementara itu ketentuan untuk mengikuti UN/UNPK peserta didik harus terdaftar di satuan pendidikan agar peserta didik memiliki nomor induk siswa nasional (NISN) dan masuk dalam data pokok pendidikan (DAPODIK).

Oleh karena itu pesekolahrumah tunggal dan majemuk disamping harus melaporkan ke Dinas Pendidikan setempat juga harus terdaftar pada satuan pendidikan. Untuk peserta didik yang memilih jalur pendidikan nonformal, maka ia harus terdaftar pada satuan pendidikan nonformal penyelenggara pendidikan kesetaraan yang memiliki nomor pokok sekolah nasional (NPSN). Jika tidak terdaftar pada satuan pendidikan, maka mustahil ia akan dapat mengikuti UNPK.

Persoalannya, masih ada orang tua pesekolahrumah yang mendaftarkan anaknya hanya beberapa bulan sebelum dilaksanakan ujian nasional. Sikap seperti ini ke depan tidak akan dapat ditolerir karena pesekolahrumah harus terdaftar sejak kelas awal ketika menyatakan diri memilih sekolahrumah.

Kewajiban orangtua pesekolahrumah melaporkan anaknya sejak kelas awal ke Dinas Pendidikan dan mendaftarkan ke satuan pendidikan nonformal (PKBM/SKB). Jangan didaftarkan ketika menjelang ujian nasional. Pola pembelajaran sekolahrumah bisa tetap dilaksanakan sesuai dengan keinginan orang tua atau keluarga, namun setiap ujian tengah semester atau ujian semester yang ditentukan oleh satuan pendidikan wajib diikuti oleh pesekolahrumah. Melalui keikutsertaan melalui ujian tengah semester dan ujian semester inilah pesekolahrumah akan mendapatkan nilai mata pelajaran per semester  yang dituangkan dalam buku laporan hasil belajar.

Selama pelaksanaan pembelajaran secara sekolahrumah, pendidik pada PKBM atau pamong belajar pada SKB dapat melakukan pendampingan agar pembelajaran terlaksana sesuai dengan acuan kurikulum yang digunakan oleh satuan pendidikan nonformal bersangkutan. Dengan demikian pesekolahrumah dapat tetap melaksanakan pembelajaran dengan pola sekolahrumah, namun mendapatkan nilai dari pelaksanaan ujian yang benar-benar dilaksanakan bukan nilai hasil sebuah rekayasa. [fauziep]