Ijazah Paket C hal 2 250pxlYogyakarta (01/06) Selama ini ijazah Paket C (juga Paket A dan Paket B) hanya satu muka berisi identitas peserta didik dan pernyataan lulus. Pada halaman sebaliknya kosong, tidak ada data nilai mata pelajaran yang ditempuh peserta didik. Namun mulai kelulusan tahun ajaran 2013/2014 ini ijazah Paket C akan memiliki dua muka atau bolak-balik ada dokumen peserta didik. Akan ada data nilai mata pelajaran lengkap yang seharusnya diikuti setiap peserta didik.

Jika kita membandingkan antara ijazah Paket C dengan ijazah SMA maka akan ditemui dua perbedaan pokok. Pertama, penandatangan pada ijazah Paket C adalah Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota bukan kepala satuan pendidikan sebagaimana ijazah SMA yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. Kedua, ijazah Paket C hanya satu muka karena lembar disebaliknya tidak ada catatan apa pun berbeda dengan ijazah SMA yang disebaliknya ada data nilai mata pelajaran lengkap yang seharusnya diikuti siswa.

Dokumen nilai peserta didik Paket C hanya dicantumkan pada surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN). Siswa SMA juga memiliki SKHUN. SKHUN Paket C hanya mencantumkan nilai yang diujiannasionalkan, bukan mata pelajaran yang tercantum pada struktur kurikulum sebagaimana termuat dalam Standar Isi (Permendiknas Nomor 14 Tahun 2007).

SKHUN belum menggambarkan transkrip nilai yang seharusnya ditempuh secara utuh menurut struktur kurikulum sebagaimana diatur dalam Permendiknas Nomor 14 Tahun 2007 tentang Standar Isi Program Paket A/B/C. Oleh karena itulah mulai tahun ini dokumen ijazah Paket C (juga Paket A dan B) diperbaiki dengan mencantumkan transkrip nilai selain mengacu pada struktur kurikulum (Permendiknas Nomor 14 Tahun 2007) juga mengacu pada kriteria kelulusan peserta didik (Permendikbud Nomor 97 Tahun 2013).

Berikut ini disajikan contoh blangko ijazah pada muka kedua (pada halaman sebaliknya).

Ijazah Paket C hal 2

Persoalannya adalah akan banyak satuan pendidikan penyelengara Paket C yang tidak mampu mengisi blangko tersebut karena tidak terbiasa melaksanakan pembelajaran yang mengacu pada standar isi (Permendiknas Nomor 14 Tahun 2007) dan standar proses (Permendiknas nomor 3 Tahun 2008). Dikhawatirkan akan banyak upaya memanipulasi data nilai mata pelajaran, karena tidak tersedianya data nilai. Umumnya yang dimiliki hanya nilai mata pelajaran yang diujiannasionalkan. Lebih dari itu satuan pendidikan penyelenggara Paket C jarang menyelenggarakan ujian pendidikan kesetaraan (UPK), sehingga dipastikan tidak memiliki data nilai UPK.

Kedua standar nasional pendidikan tersebut sudah terbit jauh sebelum pendidikan kesetaraan dikelola oleh Ditjen Dikmen dan Ditjen Dikdas. Jika kemudian sekarang diimplementasikan jangan kemudian disimpulkan bahwa hal ini upaya untuk “memformalin” pendidikan kesetaraan.

Diharapkan dengan adanya format blangko ijazah Paket C yang baru ini akan menyadarkan penyelenggara Paket C untuk tetap menjadikan standar isi dan standar proses sebagai acuan dalam menyelenggarakan pendidikan kesetaraan. Tidak asal menuduh bahwa ada upaya memformalkan pendidikan kesetaraan.

Pencetakan blangko ijazah yang baru untuk tahun 2014 dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi tidak lagi dipusatkan seperti tahun sebelumnya. Dengan demikian diharapkan tidak lagi terjadi keterlambatan pengiriman blangko ijazah. Jika ada kekurangan pun diharapkan dapat cepat diatasi. Dinas Pendidikan Provinsi akan menyelenggarakan sosialisasi pengisian blangko ijazah pendidikan kesetaraan dengan format baru ini.