tiketYogyakarta (5/2/2014) Beberapa waktu yang lalu dua orang rekan saya satu kantor (BPKB DIY) ditelpon staf dari Kemdikbud bahwa harus mengembalikan ratusan ribu ke kas negara karena ada selisih angka perjalanan udara pada tahun 2012. Sontak kedua rekan saya kaget bukan kepalang, karena mereka tidak pernah me-mark up harga tiket.

Namun pengelola kegiatan tidak mau tahu, karena auditor menemukan adanya selisih harga pada dokumen maskapai dengan yang tertera pada tiket yang diserahkan ke panitia kegiatan. Selisih rupiah yang mencapai ratusan ribu harus dikembalikan ke kas negara. Kenapa ini bisa terjadi?

Selisih harga tiket bisa terjadi karena dua hal: pertama penumpang meminta mark up harga tiket ke agen travel agar mendapatkan keuntungan dari selisih harga. Padahal kedua teman saya itu tidak termasuk tipe manusia yang nakal suka memark up harga tiket demi keuntungan pribadi. Ternyata kedua teman saya itu telah menjadi korban agen travel yang menjadi sebab kedua. Setelah ditelusuri ternyata agen travel yang menaikkan harga tiket demi menambah keuntungan bisnisnya!

Kumulatif selisih harga tiket pada satu subdirektorat angkanya bisa mencapai 800 juta hingga satu milyar rupiah. Artinya jumlah mark up harga tiket sangat banyak. Dan itu bisa terjadi pada kita, walau kita tidak melakukan mark up.

Di saat tahun anggaran mulai berjalan, mobilitas dengan menggunakan pesawat udara menjadi pilihan untuk menghadiri kegiatan yang dibiayai uang negara, maka Anda harus hati-hati dengan tiket pesawat Anda. Pastikan membeli tiket pesawat pada agen travel yang sudah dikenal dan kredibel. Jika perlu dipastikan pada costumer service bahwa harga yang tertera pada tiket sama dengan dokumen maskapai. Pastikan memperoleh jaminan itu.

Jadi sekali lagi, pastikan itu. Khan jadi malu kalau sampai ditelepon diminta harus mengembalikan uang ke kas negara, walau bukan kita yang sengaja melakukan.