ukgPresiden SBY menyatakan bahwa meski setiap tahun kesejahteraan guru terus ditingkatkan, namun kompetensinya ternyata masih di bawah harapan. Hal tersebut diungkapkan Presiden SBY mengenai hasil sementara uji kompetensi guru seusai memimpin rapat kabinet di Kantor Kemendikbud, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (31/7).

“Hasil dari 285.000 guru, nilainya rata-rata 42,5%. Ini masih ada di bawah harapan kita,” ujar SBY, sebagaiman dilansir Medan Bisnis Daily.

Guru dapat mengetahui secara langsung hasil uji kompetensi guru (UKG) melalui komputer setelah selesai mengerjakan soal secara online. Salah satu pengalaman menarik mengerjakan uji kompetensi guru dirasakan oleh rekan bloger Wijaya Kusumah yang juga guru TIK SMP Labschool Jakarta, yang juga langsung mendapatkan nilai setelah selesai mengikti UKG.

“….Semua guru yang hadir langsung mengikutinya dengan perasaan harap-harap cemas. Termasuk saya, yang juga ikutan grogi ketika menjawab pertanyaan satu demi satu. Meskipun latihan soal sudah diberikan, tetap saja ada perasaan khawatir tak bisa menjawabnya dengan baik. Kami diberi waktu 120 menit untuk menjawab 100 soal yang diujikan.”

“Buat saya, UKG online adalah sebuah pengalaman nyata yang membuat saya harus belajar lagi. Masih banyak materi TIK yang belum saya kuasai. Ternyata masih banyak kekurangan di dalam diri yang harus dibenahi. Khususnya kompetensi pedagogik dan profesional.”

Dengan nada merendah Wijaya Kusumah memaparkan pengalaman mengikuti UKG dan nilai yang diperoleh. Kiranya perasaan grogi juga menghinggapi guru-guru yang lain ketika mengikuti UKG, apalagi guru yang tidak menguasai teknologi informasi atau jarang bersentuhan dengan komputer. Perlu kita ingat tidak semua guru seperti pak Wijaya Kusumah yang sudah familiar dengan komputer. Masih banyak guru di daerah yang gaptek. Inilah salah satu kendala pelaksanaan UKG yang baru saja berlangsung.

Boleh jadi rendahnya hasil UKG secara nasional juga dipengaruhi oleh faktor kemampuan guru menguasai dan mengendalikan komputer pada saat pelaksanaan ujian. Waktu yang disediakan 120 menit untuk mengerjakan soal bisa jadi akan habis untuk menyesuaikan diri dengan perangkat komputernya. Apalagi bagi guru yang belum fasih komputer ini akan menjadi kendala utama.

Teman satu ruangan saya di kantor bahkan sampai melatih ibunya, seorang guru TK, selama seminggu lebih. Ibunya dilatih untuk menguasai keyboard dan sistem operasi. Kemudian dibelikan modem untuk mendapatkan koneksi internet dan belajar mengisi berbagai ragam soal secara online, untuk menyesuaikan dengan keadaan atau situasi pelaksanaan UKG secara online.

Seorang guru di sekolah bertaraf internasional di Sleman, menanggapi dingin pelaksanaan UKG secara online hanya karena yang bersangkutan tidak bisa menggunakan komputer, apalagi mengakses internet. “Daripada saya disuruh menggunakan komputer mending saya tidak diluluskan tidak apa-apa… saya pasrahâ€, kata guru itu.

Walaupun UKG ini tidak terkait dengan pemberian tunjangan sertifikasi, tapi tingkat nervous para peserta cukup tinggi. Dan hasil UKG sudah diketahui oleh masing-masing guru, dan secara nasional hasil sementara sudah diketahui oleh Presiden.

Persoalannya, hasil buruk UKG tersebut akan memberi peluang untuk lahirnya proyek-proyek baru dengan dalih untuk meningkatkan kompetensi guru atau memvalidasi dugaan selama ini bahwa pemberian peningkatan kesejahteraan guru tidak sejalan dengan kualitas pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Walahu alam.