Apresiasi PTK PAUDNI BtmBandung (19/02/2014) Apresiasi PTK PAUDNI tahun 2014 ini memasuki penyelenggaraan tahun kedelapan merupakan ajang puncak hajatan insan pendidik dan tenaga kependidikan pada jalur pendidikan nonformal. Ada usulan yang berkembang agar peserta pada tahun ini dimurnikan, dalam artian peserta benar-benar adalah para insan jalur pendidikan nonformal.

Tidak dipungkiri banyak peserta juga berstatus sebagai pendidik pada jalur pendidikan formal seperti guru, bahkan juga dosen pada perguruan tinggi. Guru dan dosen yang juga menyandang sebagai PTK PAUDNI memang sudah memberikan warna pada pembelajaran dan pengelolaan satuan PAUDNI. Namun mereka sudah memiliki ajang kompetesi tersendiri, yaitu guru berprestasi dan dosen berprestasi.

Untuk itulah ada kesepakatan pada penyusunan pedoman Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi, yang berakhir hari ini (Sabtu, 21/2/2014) di Bandung saat ini, agar PTK pendidikan formal tidak diperkenankan mengikuti ajang penghargaan berprestasi bagi insan PTK PAUDNI.

Semua jenis instruktur kursus dan pengelola LKP tidak berstatus sebagai pamong belajar, guru pada semua jenjang pendidikan formal atau dosen pada perguruan tinggi. Selanjutnya pendidik PAUD tidak berstatus sebagai guru pada semua jenjang pendidikan formal, sedangkan pengelola PAUD tidak berstatus sebagai PNS.

Tutor keaksaraan fungsional, pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dan pengelola Taman Bacaan Masyarakat tidak berstatus sebagai PNS.

Hasil pembahasan ini disambut gembira oleh berbagai komponen yang mengikuti pembahasan pedoman PTK Kursus dan Pelatihan selama empat hari dari tanggal 18-21 Februari 2014 di Hotel Grand Royal Panghegar, Bandung.

Baca juga Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi: Memberantas 4L (Lu lagi! Lu lagi!)