Gara-gara NUPTK, PAUD Terpadu Tinggal Pepesan Kosong

Pendidik PAUDYogyakarta (09/07) PAUD Terpadu yang digembar-gemborkan beberapa tahun terakhir ini, ternyata pelan tapi pasti digembosi sendiri oleh kebijakan Kemdikbud. Loh koq bisa? Nalarnya ada pada masalah NUPTK yang tidak bisa diakses oleh pendidik PAUD jalur pendidikan nonformal.

Pada verifikasi dan validasi (verval) NUPTK lama dan pengajuan NUPTK baru para pendidik PAUD jalur pendidikan nonformal, seperti pendidik pada kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA) dan satuan PAUD sejenis (SPS) sudah tertutup rapat pintunya. Mereka tidak bisa melakukan verval atau pengajuan NUPTK baru karena pada form dan aplikasi tidak ada pilihan satuan pendidikan kelompok bermain, taman penitipan anak dan satuan PAUD. Lebih dari itu satuan PAUD pendidikan nonformal tidak memiliki NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional).

Hanya guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Atfal (RA) yang tersedia pilihan satuan pendidikan pada aplikasi NUPTK. Di samping itu TK/RA bisa memiliki NPSN.

Padahal konsep PAUD terpadu adalah memadukan layanan PAUD baik PAUD jalur formal maupun jalur nonformal dalam satu atap. Nah, ketika adanya dikotomi pendataan pendidik dan tenaga kependidikan maka akan berdampak psikologis antara guru PAUD KB/TPA/SPS dengan guru TK/RA. Guru guru PAUD KB/TPA/SPS masuk pada sistem NIPTK sedangkan guru TK/RA masuk pada sistem NUPTK. Sistem pendataan NUPTK merupakan salah satu instrumen untuk melakukan proses sertifikasi profesi guru.

Artinya guru PAUD KB/TPA/SPS sudah ditutup rapat-rapat pintunya ke arah sertifikasi profesi. Sebenarnya jika kita perhatikan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2009 pasal 29 ayat 1 huruf c yang berbunyi “sertifikat profesi guru untuk PAUD” sebagai arah sertifikasi guru PAUD tidak dibedakan antara guru PAUD jalur pendidikan nonformal dan jalur pendidikan formal. Pada ayat tersebut hanya disebutkan pendidik pada pendidikan anak usia dini, tidak disebut pendidik atau guru TK/RA saja. Tapi kenapa guru PAUD KB/TPA/SPS sudah ditutup rapat-rapat pintunya ke arah sertifikasi profesi? Penutupan pintu ini dimulai dari ketiadaan akses guru PAUD KB/TPA/SPS ke NUPTK. Menurut rencana mereka ini akan ditampung pada sistem NIPTK sebagai basis pendataannya.

Jangankan ke arah sertifikasi profesi, pembedaan perlakuan pada pendataan guru PAUD menjadi NUPTK dan NIPTK sudah memberikan dampak psikologis luar biasa. Akan timbul kecemburuan di antara para guru dalam pengelolaan PAUD terpadu. Jika ini berlangsung terus, bisa jadi gagasan PAUD terpadu hanya tinggal pepesan kosong.

3 tanggapan pada “Gara-gara NUPTK, PAUD Terpadu Tinggal Pepesan Kosong”

  1. Semula dinyatakan seiring sejalan dalam mencerdaskan anak bangsa, namun berita tidak bisa diaksesnya NUPTK pendidik PAUD sangat memprihatinkan. jadi kami dimana ???? Dimana letak kesalahan regulasi atau???

  2. ribut-ribut tentang NUPTK, Seakan akan NUPTK adalah satu-satunya surat sakti untuk segalanya bagi KESEJAHTERAAN kita yang bergerak di bidang pendidikan Nonformal dan informal. jadi miris juga, karena seakan akan kita ini mengemis minta dikasihani. padahal tanpa mengemis pun sudah menjadi kewajiban BOS kita untuk memfasilitasi dan membenahinya. Yang kita harapkan sesungguhnya kesejahteraan yang menimal ada serta menyuluruh tidak perkquota wilayah kab dan kec. sehingga tidak mengundang kecemburuan sosial antara PTK formal dengan PTK nonformal dan nonformal,toh kita juga sama-sama berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa.
    Kita ucapkan terima kasih kepada pejabat di Derjen PAUDNI yang bekerja keras untuk kegiatan PAUD NI dan kesejahtraan PTK PAUD NI (guru pamong, Penilik, dan honorer PAUD).
    Terima kasih pula kepada pemerintah Prov. atau Kab/kota yang secara otonomi daerah telah mandiri mengadakan program PAUD NI di daerahnya. Bagi yang belum ya kita tunggu !!!!!

Komentar ditutup.