UNPK I 021 Meraih AsaYogyakarta (15/04) “Saya pasrah pak, mudah-mudahan saja hasilnya baik. Tidak seperti tahun yang lalu ya?” demikian ungkap Tugiyo (49 tahun) salah seorang peserta ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) Paket C ketika ditanya di sela-sela istirahat ujian. Bapak separoh baya ini menjadi warga belajar PKBM Bangun Karsa, dan saat ini sedang mengikuti UNPK yang dilaksanakan di SMA Taman Madya Tamansiswa Jetis Yogyakarta.

Ketika ditanya apa motivasi mengikuti Paket C, jawabannya polos “Kalau saya tidak punya ijazah setara SMA, saya tidak bisa menjadi koordinator grup pak! Akan jadi anak buah terus”. Grup yang dimaksud adalah grup layanan gangguan di PLN, karena memang bapak ini adalah pegawai PLN di dinas layanan gangguan pelanggan.

Rochmadi (42 tahun) pegawai PT KAI juga ingin mendapatkan posisi yang lebih baik dengan memiliki ijazah Paket C Setara SMA. “Untuk penyesuaian pangkat, pak.” Kata bapak berkulit putih yang juga terdaftar di Paket C PKBM Bangun Karsa.

Nampaknya ijazah Paket C menjadi jalan untuk meraih asa. Meraih masa depan yang lebih baik di sisa usia yang semakin menahun. Walaupun ada secercah titik harapan yang ingin diraih, namun guratan wajah galau tidak bisa disembunyikan dari dua bapak ini.

Ya, galau karena pelaksanaan UNPK tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya. “Kalau ada soal yang sulit tidak bisa lihat punya teman pak…” kata yang lain menimpali sambil terkekeh-kekeh. Lebih lanjut Tugiyo mengakui bahwa mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris menjadi momok. Dengan sistem soal 20 paket mereka menjadi pesimis untuk menghadapi kedua mata pelajaran tersebut.