IMG_20150224_101537Yogyakarta (24/02/2015) Balai Pengembangan Kegiatan Belajar DIY untuk kedua kalinya tahun ini menyelenggarakan focus group discussion (FGD) dalam rangka pengembangan model.  FGD kali ini untuk menemukan masukan terkait dengan pengembangan model bidang pendidikan informal khususnya pendidikan keluarga. FGD diikuti oleh 90 orang yang terdiri dari tim penggerak PKK, tokoh masyarakat (RT/RW), remaja dan pemuda, Kader Sadar Perlindungan Anak se-DIY, serta pamong belajar se-DIY.

Dalam pengarahannya Bambang Irianto, Kepala BPKB DIY, menyampaikan bahwa substansi dalam pengembangan model pendidikan keluarga ini yang paling pokok adalah (1) sentra pembentukan akhlak dan kecakapan hidup (2) pengakuan kesetaraan pendidikan informal, (3) pembentukan kemandirian (4) pengaturan berkesinambungan pendidikan formal, pendidikan nonformal dan pendidikan informal.

“Dalam mendidik anak, berapa banyak dari kita mengajarkan anak bagaimana memasak di rumah? Bagaimana cara memandikan adik kecil? Kita cenderung menuntut anak untuk belajar materi-materi pelajaran sekolah bukan kecakapan hidup yang berguna pada kehidupan sehari-hari,” ungkap Bambang Irianto. Pola pendidikan informal di rumah pelan-pelan harus dirubah agar anak memiliki kecakapan hidup yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Agus Hari Prabowo, salah satu tim pengembang model, menyatakan rasional pengembangan model ini karena masih banyak orang tua yang belum memahami bentuk tanggung jawab dan konsekuensi pernikahan.  Padahal keluarga adalah tempat yang paling tepat dalam mempersiapkan anak-anak untuk memasuki jenjang pernikahan dengan segala problematika dan konsekuensinya.

Sementara itu pola pembelajaran antara orang tua dengan anak dalam sebuah keluarga tidaklah sama dengan di sekolah formal. “Oleh karena itu tim pengembang BPKB DIY akan mengembangkan model dan dua bahan ajar terkait dengan pendidikan pranikah bagi keluarga sebagai bentuk pendidikan informal. Harapannya pada FGD kali ini peserta dapat memberikan masukan,” tambah Agus Hari Prabowo.

Dalam pelaksanaannya, FGD dibagi menjadi tiga kelompok yaitu membahas satu kelompok kerangka model dan dua kelompok lainnya membahas bahan ajar. [fep]