Equivalency Programmes (Program Kesetaraan) Menurut UNESCO adalah Pendidikan Alternatif

Bogor (06/06/2017) Posisi pendidikan kesetaraan sebagai salah satu program pendidikan nonformal sebagai pengganti pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal akhir-akhir digugat. Pendidikan kesetaraan diharapkan tidak sekedar sebagai pengganti tapi merupakan pendidikan alternatif. Padahal pada awalnya program kesetaraan, atau di Indonesia dikenal sebagai pendidikan kesetaraan merupakan pendidikan alternatif.

Jauh sebelum pendidikan kesetaraan dimasukkan dalam sistem pendidikan nasional Indonesia, sebagaimana diatur dalam UU Sistem Pendidikan Nasional, UNESCO sejak tahun 1987 sudah menggagas adanya program kesetaraan sebagai bentuk pendidikan alternatif bagi warga masyarakat yang membutuhkan. Menariknya, dalam dokumen UNESCO selalu menyebut equivalency programmes atau program kesetaraan sebagai pendidikan alternatif, bukan sebagai pengganti. Berbeda dengan ketentuan pasal 26 ayat 1 dalam UU Sistem Pendidikan Nasional kita.

Dalam buku panduan pelatihan volume III Equivalency Programmes Asia-Pacific Programme of Education for All (APPEAL) Training Materials for Continuing Education Personnel (ATLP – CE, 1993) UNESCO mendefinisikan program kesetaraan sebagai program pendidikan alternatif yang setara dengan pendidikan formal. Secara teoritis semua jenjang pendidikan dapat dilaksanakan program kesetaraan, yaitu pada jenjang pendidikan dasar, menengah dan tinggi. Jika masyarakat banyak yang belum mencapai pendidikan dasar universal, maka program kesetaraan diselenggarakan di jenjang pendidikan dasar. Pula pada jenjang pendidikan menengah dapat diselenggarakan program kesetaraan. Bahkan bentuk universitas terbuka pun merupakan program kesetaraan pada jenjang pendidikan tinggi.

Dalam perkembangan di Indonesia pendidikan kesetaraan berkembang pesat, tidak hanya diikuti oleh orang dewasa yang putus sekolah atau tidak memiliki peluang menyelesaikan jenjang pendidikan dasar dan menengah, namun diikuti pula oleh peserta didik usia sekolah. Akhir-akhir ini pendidikan kesetaraan dengan berbagai variannya telah menjadi alternatif anak usia sekolah untuk menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah.

Oleh karena itulah dalam rangka melakukan revisi Undang-Undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ketentuan pasal 26 hendaknya dilakukan revisi dengan mengedepankan posisi pendidikan kesetaraan sebagai pendidikan alternatif, tidak lagi sekedar pengganti. [fauziep]

Klik untuk mengunduh buku panduan pelatihan volume III Equivalency Programmes Asia-Pacific Programme of Education for All (APPEAL) Training Materials for Continuing Education Personnel (ATLP – CE, 1993)

1 tanggapan pada “Equivalency Programmes (Program Kesetaraan) Menurut UNESCO adalah Pendidikan Alternatif”

  1. Smg pemerintah paham dan memberikan perhatian pd pendidikan kesetaraan … Dan mjdikan PK sbg pendidikan alternatif. Aplgi pak Menteri tdk asing dgn dunia PNF.
    Semoga ….

Komentar ditutup.