Empat Kunci Berprestasi di Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas

Yogyakarya (09/04/2017) Terdapat empat kunci jika ingin berprestasi pada ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) PAUD dan Dikmas Berprestasi. Empat kunci tersebut adalah inovasi karya nyata, penulisan naskah, presentasi karya, dan hasil tes psikologi. Banyak kalangan yang mengeluh karena sebagian provinsi sulit berprestasi di tingkat nasional karena mengabaikan empat kunci tersebut.

Inovasi karya nyata. Inilah bagian sulit dalam meraih prestasi, karena ide karya nyata harus bersifat inovasi. Bukan normatif atau sudah biasa dilakukan banyak orang. Ide tersebut bersifat kreatif, merupakan pembaharuan atau modifikasi dalam memecahkan persoalan pembelajaran aktual atau pengelolaan lembaga. Pada karya nyata, ide tersebut sudah pernah dilakukan atau merupakan best practice. Bukan dicari-cari menjelang pelaksanaan lomba.

Melakukan inovasi karya nyata dengan mengotak-atik judul adalah langkah yang keliru. Judul menarik memang penting, tapi bukan bagian terpenting. Bagian terpenting adalah produk inovasinya itu sendiri, uraian langkah-langkah melaksanakan inovasi, hasil inovasi berupa hasil pembelajaran atau pengelolaan satuan yang efektif dan efisien serta uraian dampak dari inovasi yang dilakukan.

Jangan terjebak mencari judul inovasi, lakukan perenungan terhadap apa yang dilakukan selama ini. Boleh jadi tidak sadar telah melakukan inovasi, walau sangat sederhana namun hasilnya luar biasa.  Lakukan analisis persoalan yang dihadapi pembelajaran atau inovasi sesuai dengan tema yang diajukan. Analisis persoalan yang dihadapi ini akan menjadi bahan utama tulisan bagian latar belakang. Jadi jangan ngulik-ngulik judul terlebih dahulu.

Penulisan naskah. Tulis naskah karya nyata/karya tulis dengan bahasa yang enak dibaca dan mengalir. Tulisan memiliki daya pikat dan logika sejak bagian latar belakang masalah. Karena latar belakang masalah adalah etalase naskah. Kerangka berpikir penulis akan nampak dari penulisan latar belakang masalah. Gunakan tata tulis secara konsisten dan selingkung bahasa yang memikat.

Sebagian besar penulis masih menggunakan bahasa tutur atau bahasa verbal yang ditulis. Penggunaan gaya bahasa verbal bahasa daerah pun masih banyak mewarnai penulisan naskah.

Tuliskan kalimat dengan efektif, tidak berputar-putar yang membuat bingung pembaca (yuri). Naskah yang efektif, ditunjang dengan daya pikat dan logika, akan menarik yuri membaca. Tulisan tersebut pasti akan dimasukkan dalam kelompok yang akan dicermati lebih lanjut pada saat presentasi. Naskah yang tidak enak dibaca, tidak memiliki daya pikat, dan tidak memiliki logika biasanya akan masuk kategori “sampah”.

Untuk mengecek apakah tulisan karya nyata memiliki logika berpikir yang baik, temukan pokok pikiran atau ide pokok setiap alenia kemudian dibaca secara runtut. Jika ide pokok tersebut dibaca secara berurutan dan memiliki alur pikir yang logis maka tulisan tersebut mengalir alias nyambung antara satu pokok pikiran dengan pokok pikiran yang lain.

Jika Anda adalah penulis pemula, biasakan memulai dengan menuliskan ide pokok baru kemudian mengembangkan dalam bentuk alenia. Lakukan hal tersebut mulai dari bagian latar belakang. Kerangka pikir latar belakang yang logis dan memikat merupakan kunci keberhasilan naskah.

Latar belakang akan menghantarkan pada rumusan permasalahan, dan tujuan penulisan. Tiga bagian ini harus runtut kerangka berpikirnya, tidak terjadi loncatan penalaran. Kemudian uraian jawabannya pada bagian berikutnya, yaitu pembahasan. Uraian dengan jelas produk atau bentuk inovasi, langkah-langkah atau prosedur inovasi, hasil inovasi yaitu berupa bukti pada pembelajaran yang efisien dan efektif, serta uraikan dampak inovasi. Uraian dapat diperkaya dengan bukti-bukti hasil pembelajaran atau pengelolaan, testimoni atau pengakuan dari pihak terkait.

Setiap yuri akan membaca sebanyak 34 naskah, sehingga ia harus mensortir naskah yang menarik, naskah yang kurang menarik, dan naskah yang tidak menarik. Pada tataran inilah fungsi penulisan naskah menjadi penting untuk memikat yuri. Hal yang penting adalah naskah yang menarik tersebut juga sesuai dengan topik setiap karya nyata tahun ini.

Presentasi. Presentasi memiliki bobot 50% sehingga sangat menentukan dalam penentuan pemenang. Penulisan naskah bisa dilakukan pembimbingan pada saat pemusatan latihan. Namun kemampuan presentasi tidak bisa dipoles dalam waktu yang singkat.

Kemampuan presentasi sangat dipengaruhi oleh gaya presentasi. GTK yang memiliki gaya orasi menarik merupakan modal tersendiri. Instruktur kursus, tutor dan guru PAUD yang memiliki kemampuan mengajar menarik juga merupakan modal besar dalam meraih prestasi.

Gaya mengajar merupakan bawaan, namun bukan berarti tidak bisa dilatih. Pemusatan latihan dapat mengoptimalkan gaya mengajar dengan melakukan latihan vokal dan pengembangan kepribadian. Serta diikuti dengan latihan presentasi dengan menyesuaikan pembagian waktu presentasi.

Kemampuan menjawab pertanyaan yuri juga menjadi kunci mendapatkan nilai tinggi. Karena itu GTK harus memiliki pengetahuan mendalam sesuai dengan tema yang diangkat serta pengetahuan lainnya seputar tema yang diangkat. Pertanyaan yuri terkadang tidak terduga, dan tidak jarang bersifat menguji pemahaman konseptual peserta.

Tes psikologi. Tes psikologi memiliki bobot 10%, tidak ada cara jitu dalam menghadapi tes ini selain menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Yaitu dalam artian pada saat tes psikologi kondisi fisik harus dalam keadaan bugar dan kondisi psikis tenang. Disarankan sebelum tes harus cukup istirahat. Lepaskan semua beban pikiran agar tenang menghadapi tes psikologi. [fauziep]