Juara I Apresiasi 2015Yogyakarta (20/04/2016) Terdapat empat kunci jika ingin berprestasi pada ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) PAUD dan Dikmas Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2016. Empat kunci tersebut adalah inovasi karya nyata, penulisan naskah, presentasi karya, dan hasil tes psikologi. Banyak kalangan yang mengeluh karena sebagian provinsi sulit berprestasi di tingkat nasional karena mengabaikan empat kunci tersebut.

Inovasi karya nyata. Inilah bagian sulit dalam meraih prestasi, karena ide karya nyata/karya tulis  harus bersifat inovasi. Bukan normatif atau sudah biasa dilakukan banyak orang. Ide tersebut bersifat kreatif, merupakan pembaharuan atau modifikasi dalam memecahkan persoalan pembelajaran aktual atau pengelolaan lembaga. Pada karya nyata, ide tersebut sudah pernah dilakukan atau merupakan best practice. Bukan dicari-cari menjelang pelaksanaan lomba.

Penulisan naskah. Tulis naskah karya nyata/karya tulis dengan bahasa yang enak dibaca dan mengalir. Tulisan memiliki daya pikat dan logika sejak bagian latar belakang masalah. Karena latar belakang masalah adalah etalase naskah. Kerangka berpikir penulis akan nampak dari penulisan latar belakang masalah. Gunakan tata tulis secara konsisten dan selingkung bahasa yang memikat.

Sebagian besar penulis masih menggunakan bahasa tutur atau bahasa verbal yang ditulis. Penggunaan gaya bahasa verbal bahasa daerah pun masih banyak mewarnai penulisan naskah.

Tuliskan kalimat dengan efektif, tidak berputar-putar yang membuat bingung pembaca (yuri). Naskah yang efektif, ditunjang dengan daya pikat dan logika, akan menarik yuri membaca. Tulisan tersebut pasti akan dimasukkan dalam kelompok yang akan dicermati lebih lanjut pada saat presentasi. Naskah yang tidak enak dibaca, tidak memiliki daya pikat, dan tidak memiliki logika biasanya akan masuk kategori “sampah”.

Yuri akan membaca sebanyak 34 naskah, sehingga ia harus mensortir naskah yang menarik, naskah yang kurang menarik, dan naskah yang tidak menarik. Pada tataran inilah fungsi penulisan naskah menjadi penting untuk memikat yuri. Hal yang penting adalah naskah yang menarik tersebut juga sesuai dengan tema karya nyata tahun ini.

Presentasi. Presentasi memiliki bobot 50% sehingga sangat menentukan dalam penentuan pemenang. Penulisan naskah bisa dilakukan pembimbingan pada saat pemusatan latihan. Namun kemampuan presentasi tidak bisa dipoles dalam waktu yang singkat.

Kemampuan presentasi sangat dipengaruhi oleh gaya presentasi. GTK yang memiliki gaya orasi menarik merupakan modal tersendiri. Instruktur kursus, tutor dan guru PAUD yang memiliki kemampuan mengajar menarik juga merupakan modal besar dalam meraih prestasi.

Gaya mengajar merupakan bawaan, namun bukan berarti tidak bisa dilatih. Pemusatan latihan dapat mengoptimalkan gaya mengajar dengan melakukan latihan vokal dan pengembangan kepribadian. Serta diikuti dengan latihan presentasi dengan menyesuaikan pembagian waktu presentasi.

Kemampuan menjawab pertanyaan yuri juga menjadi kunci mendapatkan nilai tinggi. Karena itu GTK harus memiliki pengetahuan mendalam sesuai dengan tema yang diangkat serta pengetahuan lainnya seputar tema yang diangkat. Pertanyaan yuri terkadang tidak terduga, dan tidak jarang bersifat menguji pemahaman konseptual peserta.

Tes psikologi. Tes psikologi memiliki bobot 15%, tidak ada cara jitu dalam menghadapi tes ini selain menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Yaitu dalam artian pada saat tes psikologi kondisi fisik harus dalam keadaan bugar dan kondisi psikis tenang. Disarankan sebelum tes harus cukup istirahat. Lepaskan semua beban pikiran agar tenang menghadapi tes psikologi.

Ajang prestasi insan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan nonformal yang kini bertajuk Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi tingkat nasional akan diselenggarakan di Palu pada 22-28 Mei 2016. Jenis lomba sebanyak 16 lomba perorangan dan 2 lomba kelompok.

Untuk mengunduh petunjuk teknis yang sudah direvisi dapat klik di sini.