paudniYogyakarta (02/01) Gonta-ganti nama sudah jamak di lingkungan kementerian pendidikan dan kebudayaan, termasuk gonta-ganti istilah untuk menyebut pendidikan nonformal. Sejak Januari 2011 direktorat jenderal yang mengurusi pendidikan nonformal berubah menjadi Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal disingkat PAUDNI. Setelah dua tahun berganti nama masih saja imej PAUD yang terlihat pendidikan nonformal-nya masih tetap tenggelam.

Seorang petinggi di Direktorat Jenderal PAUDNI pernah mengatakan bahwa nomenklatur PAUDNI sebenarnya merupakan kecelakaan sehingga kesan PAUD lebih menonjol. Bahkan pada pelantikan Dirjen PAUDNI yang baru Mendikbud waktu itu memberikan pengarahan hanya seputar PAUD, sama sekali tidak menyinggung peran dan pengembangan pendidikan nonformal sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.

Sebenarnya nomenklatur ditjen yang lengkap adalah Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal, namun menurut kaidah bahasa Indonesia kata ‘pendidikan’ di depan sudah cukup tidak perlu diulangi lagi pada frasa kata di belakangnya. Jadi ringkasnya menjadi Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal atau disingkat PAUDNI. Disinilah kecelakaan terjadi karena yang terlihat secara awam hanyalah PAUD, pendidikan nonformal dan pendidikan informal menjadi tenggelam dalam nomenklatur tersebut, dan menjalar pada praktek atau implementasi di lapangan.

Setelah dua tahun PAUDNI menjadi nomenklatur resmi, kemenonjolan PAUD masih lebih terasa dan menutupi yang lainnya. Walaupun program pendidikan masyarakat, program kursus dan pelatihan banyak dicanangkan dan mengalami kemajuan pesat seiring dengan kemajuan dinamika masyarakat, namun gaungnya masih tenggelam di tengah euphoria PAUDISASI di berbagai tingkatan.

Tahun 2014 akan dilaksanakan pergantian tampuk kekuasaan nasional yang akan berimbas pada pergantian susunan kabinet dan menterinya, yang biasanya juga berimbas pada berubahnya struktur organisasi kementerian. Dua tahun lagi menjelang tahun 2014 merupakan waktu yang tidak lama bagi elemen pendidikan nonformal untuk semakin menajamkan posisi dan perannya dalam konstelasi sistem pendidikan nasional. Jika tidak mampu maka ‘kecelakaan’ masih akan berlanjut dan pendidikan nonformal akan selalu di bawah bayang-bayang PAUD.