Liputan Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi 2014

Lomba Hari Kedua TRPBandung (14/08/2014) Paling tidak dua provinsi yang memasang target juara umum pada ajang Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tahun 2014 di Bandung. Dua provinsi itu adalah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Namun demikian provinsi lainnya juga pasang target yang tidak ringan.

Pada hari keempat, Apresiasi PTK PAUDNI sudah menyelesaikan seluruh mata lomba baik perorangan maupun kelompok. Besok Kamis malam (14/08/2014) akan diumumkan siapa yang menjadi terbaik untuk setiap jenis lomba karya nyata dan lomba karya tulis serta lomba kelompok, pada malam anugerah PTK PAUDNI Berprestasi 2014 bertempat di Hotel Grand Panghegar.

Jawa Tengah tahun lalu meraih juara umum, tahun ini ingin mempertahankan posisi tersebut. Hal tersebut dijelaskan Munari, pendamping Kontingen Jawa Tengah. “Target Jawa Tengah tidak terlalu muluk-muluk yang penting juara umum. Angkanya, ya paling tidak naik dari tahun lalu enam sekarang tujuh atau delapan juara pertama” ungkap pria berkumis ini.

Sementara itu ketika ditemui di sela-sela pelaksanaan lomba, pendamping kontingen Jawa Barat Achdiyat, menyatakan siap merebut juara umum. “Empat emas (juara I, red)” ujar pria yang sudah bertahun-tahun menjadi pendamping sejak era Jambore PTK PNF, ketika ditanya berapa predikat juara pertama yang akan digondol. “Siap pada porsi-porsi tertentu” ketika ditanya apakah sudah siap menggeser Jawa Tengah.

Linda Indriyani, Kasi Kursus dan Kelembagaan Dinas Pendidikan DKI menyatakan bahwa kontingen DKI mematok meraih peringkat tiga besar perolehan kejuaraan umum. Target tiiga besar juga dipasang kontingen Kepulauan Riau, sebagaimana diungkapkan Razali, peserta lomba karya tulis Penilik.

Bagaimana target Daerah Istimewa Yogyakarta? Hikmat Widayat, pendamping kontingen menjelaskan “Target Yogyakarta tidak muluk-muluk. Disini senang-senang, tapi yang dapat menyenangkan itu dapat banyak emas (juara pertama, red).” Hikmat menambahkan bahwa Yogyakarta hanya ingin menemukan posisi apakah sudah di depan, tertinggal, atau papan tengah. Tapi yang jelas Yogyakarta suka pembaharuan, inovasi.

“Apresiasi ini adalah untuk meraih prestasi, dasarnya adalah kejujuran. Karena pada dasarnya bohong adalah membohongi dirinya sendiri’, ucap pamong belajar BPKB DIY itu menutup pembicaraan.