1 tanggapan pada “Hamemayu Edisi 7 Volume II Mei 2014”

  1. Justru yang saya herankan untuk para siswa sekaolh formal (SMP, SMA) masih saja ada yang tidak lulus. Padahal jikalau dilihat secara pemberian mata pelajaran, otak para siswa masih melekat dengan pelajaran2.Tapi, ketika saya survey ke PKBM-PKBM di Bandung tempat penyelenggaraan sekaolh paket, bahkan salah satu siswanya sudah ada yang berumur 40 tahun dan bekerja sebagai security(hanya lulus sampai SMP).Berarti selama 26 tahun sudah vakum dari pelajaran sekaolh.Tapi, ternyata siswa tersebut bisa lulus dengan nilai lumayan memuaskan.Padahal pengakuan dari siswa, pelajaran dia 26 tahun yang lalu dengan sekarang sangat berbeda jauh.Saya sendiri menilai, soal-soal ujian UN formal dengan UN paket tidak berbeda jauh.bahkan di soal-soal tertentu lebih banyak menjebak soal-soal UN paket.Sehingga bisa disimpulkan, lulusan Paket tidak selamanya jelek.Tidak pula bisa dipandang sebelah mata.Baik kemampuan IQ,EQ,SQ, . Bahkan mungkin saja bisa mengungguli para lulusan sekaolh formal.Dan untuk masalah bocoran soal, saya juga survey panitia dan pengawas UN formal pun masih ada yang memberi para peserta siswa UN bocoran soal(tidak 100% peserta UN formal lulus karena usaha murni para siswa).Suatu hal yang sangat saya maklumi, salah satu sifat terbaik orang-orang Indonesia.Jadi, bukan hanya UN paket yang tiap penyelenggaraannya selalu dibumbui kecurangan.Karena, menurut saya di negara ini kualitas pendidikan formal maupun informal masih sama jeleknya.Buktinya, ada saja putra putri bangsa kita yang melanjutkan pendidikan keluar negeri.Bahkan hanya untuk menimba ilmu saja, mereka bersekaolh ke negara tetangga kita(Singapura, Malaysia).Dan mereka bangga sekali bisa lulus dari universitas di 2 negara tersebut.Bukankah itu merupakan suatu hal yang sangat-sangat memalukan?Semoga komentar saya ini bisa menjadi cambukan yang sangat keras untuk departemen terkait dan segelintir orang yang masih memandang negatif lulusan sekaolh paket.

Tinggalkan Balasan