HPTIK PNFJakarta (5/11) Empat orang Dewan Pengurus Pusat Himpunan Penggiat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Nonformal (HPTIK PNF) melakukan audiensi pada Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) PAUDNI, Dr. Nugaan Yulia Wardhani Siregar, M.Psi di Jakarta (5/11/2012). Keempat DPP HPTIK PNF tersebut adalah Fauzi Eko Pranyono (Ketua Umum), Masagus Hendri (Ketua II); Lilik Subaryanto (Ketua III), dan Eko Jatmiko (Wakil Bendahara).

Fauzi Eko Pranyono selaku Ketua Umum HPTIK PNF menjelaskan bahwa HPTIK PNF merupakan revitalisasi dan kelanjutan dari FPTI PNF yang berdasarkan Munas FPTI PNF Tahun 2012 telah merubah nama organisasinya. Perubahan nama organisasi dari FPTI PNF menjadi HPTIK PNF sudah dimulai sejak tahun 2011, namun baru disahkan pada Munas FPTI PNF Tahun 2012. Audiensi kali ini juga bermaksud untuk menjelaskan perubahan organisasi yang berangkat dari semangat pendataan PNF menjadi berupaya meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan nonformal (termasuk pendidikan anak usia dini) dalam bidang teknologi informasi dan teknologi.

”Kini semangat dasar HPTIK PNF adalah menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan nonformal sebagai media tukar pengalaman dan meningkatkan kompetensi di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Dalam menghadapi era digital, kompetensi TIK bagi pendidik sangat penting sehingga dalam hal ini diharapkan HPTIK PNF dapat mengambil peran dalam membantu pemerintah meningkatkan kompetensi TIK PTK PAUDNI” demikian penjelasan Fauzi Eko Pranyono pada Direktur P2TK PAUDNI yang didampingi Horas Situmorang, Kasubdit Program.

Tidak dipungkiri bahwa keberadaan forum yang bergerak di bidang teknologi informasi dipertanyakan peran dan manfaatnya bagi dunia pendidikan nonformal. Bahkan dari sisi keanggotaannya pun juga dipertanyakan karena masih didominasi dari unsur pamong belajar atau UPT/UPTD. Karena itulah HPTIK PNF mereformasi diri dan merangkul berbagai elemen dalam pendidik dan tenaga kependidikan PAUDNI tanpa harus berebut lahan dengan asosiasi dan forum pendidikan nonformal lainnya. Kehadiran HPTIK PNF diharapkan dapat menjadi mitra bagi semua asosiasi dan forum pendidikan nonformal. Sehubungan dengan itu unsur kepengurusan DPP HPTIK juga berasal dari berbagai elemen pendidikan nonformal, tidak didominasi oleh pamong belajar.

Ketika ditanya apa langkah nyata yang akan dilakukan oleh DPP HPTIK PNF, Ketua Umum menjelaskan strategi membangun jembatan dan membangun nama organisasi. Langkah kecil yang dapat dilakukan adalah membuat ensiklopedia digital yang dapat dijadikan rujukan insan pendidikan nonformal dan masyarakat pada umumnya. Menanggapi gagasan ini, Direktur P2TK menyanggupi untuk menyediakan hosting gratis bagi situs ensiklopedia pendidikan nonformal ini.

Paling tidak langkah kecil DPP HPTIK PNF sudah mendapat respon positif dari pemeritah, sehingga mampu menjadi penyemangat jajaran pengurus untuk melangkah membangun jembatan dan membangun nama organisasi dalam rangka mengembangkan dunia pendidikan nonformal.