Diklat Jurnalistik 021Yogyakarta (19/03) 50 orang PTK PAUDNI se-DIY mengikuti kegiatan diklat Jurnalistik di BPKB DIY, sejak kemarin, Senin (18/03). Kegiatan yang diikuti unsur pamong belajar, penilik, pendidik PAUD, TBM, PKBM, tutor, dan instruktur kursus akan berlangsung hingga Kamis mendatang (21/03).

Pelatihan jurnalistik ini diharapkan membekali para peserta akan mampu mengatasi berbagai hambatan dalam menulis sehingga mampu menulis dan mampu menyunting dengan baik, demi kelancaran pekerjaan di kantor maupun dalam rangka menulis naskah untuk media internal instansi/perusahaan.

Pelatihan yang terbagi ke dalam dua kelas ini dilatih langsung dari tim wartawan Harian Bernas Jogjakarta.

Peserta pelatihan akan memiliki pengetahuan dasar-dasar jurnalistik, sehingga mampu membedakan caracara penulisan berita, press release, artikel, feature, laporan maupun naskah wawancara. Pengetahuan ini diperlukan baik oleh penulis dan kontributor dari berbagai unit kerja yang ikut berpartisipasi dalam menulis di media internal, apalagi oleh para anggota tim-redaksi dan staf kehumasan. Juga dapat memahami perbedaan karakter diantara berbagai jenis naskah jurnalistik sehingga tidak “campur aduk”.

Diharapkan peserta dapat menjadi kontributor buletin “Hamemayu” yang akan diterbitkan oleh BPKB DIY secara berkala mulai tahun ini. Selain itu, peserta mampu mengemas naskah-naskah biasa menjadi naskah jurnalistik yang layak untuk diterbitkan dan menarik untuk dibaca.

Kepala Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY, Drs H Bashiran, menyatakan bahwa menulis itu penting bagi setiap profesi. Artinya, siapa saja (dan apalagi pendidik) boleh dan dapat belajar menghasilkan karya tulis yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

“Kemampuan dan keterampilan menulis sesungguhnya sangat penting bagi setiap profesi, hanya memang, patut kita akui, justru kemampuan dan keterampilan penting ini pula yang paling jarang ditingkatkan. Sehingga stigma yang masih melekat kuat di kalangan banyak professional dan bahkan intelektual adalah menulis itu sulit, saya nggak bisa,” kata dia pada saat membuka kegiatan tersebut.