UNPK PrimagamaTangerang Selatan (03/06) Ada 87 peserta ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) Paket C IPA se-Banten yang belum dapat dinyatakan lulus karena nilai untuk beberapa mata pelajaran kosong. Padahal anak mengikuti ujian nasional sesuai jadwal serta mengisi LJUN dan presensi. Ketika di daerah lain, peserta UNPK sudah menerima pengumuman, mereka masih harus gigit jari karena belum tahu hasil kelulusannya. Sebagian dari mereka adalah anak-anak homeschooling.

Budi Trikorayanto, Sekjen Asah Pena, menyatakan “Anak-anak homeschooling yang mengikuti UNPK Paket C tahun ini banyak sekali dirugikan. Sebagian besar belum dapat dinyatakan lulus karena nilai tidak keluar. Panitia tingkat Propinsi yang melakukan scanning yaitu dari Universitas Tirtayasa mestinya lebih hati-hati dan bertindak profesional.”

Lebih lanjut Budi menjelaskan bahwa seluruh lembar jawaban beserta presensi dan berita acara serah terima LJUN ada, LJUN dibawa langsung oleh pengawas independen dari UIN. Tapi mengapa hasil scanning nilai tidak muncul? Mata pelajaran yang nilainya kosong atau tidak muncul adalah mata pelajaran Biologi, Bahasa Indonesia, Kimia dan Pendidikan Kewarnegaraan.

Hal ini jelas merugikan, karena pendaftaran ke PTN paling lambat tanggal 7 Juni 2013. Padahal hampir semua anak-anak homeschooling berkeinginan melanjutkan ke perguruan tinggi. Jika sudah seperti ini, siapa yang harus bertanggung jawab?