DAPODIK PAUD dan DikmasYogyakarta (15/05/2016) Walaupun DAPODIK Dikmas baru mulai disosialisasikan pada tahun 2016, namun pada perhelatan ujian nasional pendidikan kesetaraan tahun ini sudah mulai menggunakan DAPODIK (Data Pokok Pendidikan) sebagai dasar untuk mengikutsertakan peserta didik ujian nasional.

Artinya peserta didik program Paket A, B dan C harus memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Jika lembaga penyelenggara program pendidikan kesetaraan belum terdaftar dalam DAPODIK atau belum memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) maka pada ujian nasional 2016 yang baru saja berlalu, mereka ini harus didaftarkan pada lembaga penyelenggara yang sudah memiliki NPSN.

Pada tahun 2016 ini memang belum diberlakukan secara kaku, namun mulai tahun 2017 syarat NISN dan NPSN atau terdaftar pada DAPODIK merupakan salah mutlak untuk mengikuti ujian nasional pendidikan kesetaraan. Oleh karena itulah saat ini sudah dimulai sosialisasi pengisian DAPODIK Dikmas, di antaranya untuk pendidikan kesetaraan. Pada tahun 2016 ini, sesuai road map DAPODIK PAUD dan Dikmas merupakan jadwal pendataan DAPODIK Dikmas. Pada tahun 2015 sudah sukses dilakukan pada satuan PAUD, dan pada tahun 2017 untuk satuan pendidikan kursus.

Pemenuhan pendataan tidak ada kaitannya langsung dengan penyaluran berbagai bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah kepada penyelenggara pendidikan kesetaraan. Namun lebih pada penataan data sistem tunggal yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka pemetaan dan pengambilan kebijakan. Selama ini tidak diperoleh informasi secara akurat berbasis nama (by name), berapa dan siapa yang sedang mengikuti pendidikan kesetaraan serta berapa prediksi peserta ujian nasional pada tahun mendatang. Sehingga akan menyulitkan aspek perencanaan anggaran.

Lebih dari itu, kini peserta ujian nasional pendidikan kesetaraan tidak lagi bisa didaftarkan beberapa bulan menjelang ujian nasional melalui mekanisme pendaftaran di Dinas Pendidikan kabupaten/kota. Peserta didik sudah terdaftar sejak kelas awal, sehingga tidak bisa lagi mendadak didaftarkan menjelang ujian nasional. Calon peserta ujian nasional diambil dari DAPODIK yang suda dientri oleh setiap satuan pendidikan.

Dengan demikian diharapkan ujian nasional pendidikan kesetaraan akan lebih bermartabat karena peserta didiknya bukan abal-abal karena sudah terdaftar di DAPODIK. Tidak ada lagi peserta yang mendadak ikut ujian nasional.