FGD PKK 001Yogyakarta (2/10) BPKB DIY sejak tahun 2011 merintis pengembangan model Kursus Manajemen Rumah Tangga (KMRT) yang pernah dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi DIY pada era tahun 1980-an. Kala itu kegiatan diselenggarakan berjenjang mulai tingkat provinsi hingga desa dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Provinsi DIY.

Setelah lebih 30 tahun program KMRT ternyata masih sangat dirasakan urgensinya sehingga diperlukan penyesuaian dan revitalisasi menyesuaikan perkembangan jaman. Berangkat dari pembicaraan awal dengan pamong belajar BPKB DIY di tahun 2010 di kantor TP PKK Provinsi DIY, maka disepakati untuk mengangkat kembali program KMRT secara bersama antara BPKB DIY dan TP PKK Provinsi DIY.

Kursus Manajemen Rumah Tangga bertujuan meningkatkan pemahaman di bidang kerumahtanggaan, komunikasi dalam keluarga, pengelolaan ekonomi rumah tangga, pengembangan pendidikan karakter, serta kesadaran kesehatan lingkungan dan gizi keluarga. Sasaran KMRT adalah ibu-ibu PKK, oleh karena itu diperlukan banyak tenaga kader yang mampu melaksanakan program KMRT di desa. Oleh karena itulah pada tahap awal dilakukan program diklat yang diikuti oleh calon kader.

KMRT menjadi strategis pada akhir-akhir ini karena kondisi masyarakat kita yang tengah sakit. Banyak perilaku menyimpang yang dilakukan oleh generasi muda karena pendidikan keluarga kurang berlangsung dengan optimal. Kasih sayang dan keteladanan orang tua di rumah masih sangat kurang, sehingga anak tidak memiliki acuan nilai yang dijadikan pedoman dalam mengembangkan sikap dan perilakunya.

Walau pun program berlabel manajemen, dan di eranya memang difokuskan pada aspek pengelolaan kerumahtanggaan, namun pada KMRT saat ini muatan pengembangan karakter  menjadi penting karena menjadi kebutuhan bersama dalam mengatasi berbagai persoalan sosial dewasa ini.

BPKB dan TP PKK DIY sepakat bahwa keluarga sebagai satuan pendidikan pertama dan utama, maka orang tua perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mendidik anak agar stimulasi tumbuh kembang anak tetap pada koridor nilai dan norma. Sehingga ketika anak bersosialisasi di tengah masyarakat tidak menjadi bebas nilai.

Pada tahun 2012 ini pengembangan model KMRT meliputi pengembangan model penyelenggaraan diklat kader, pengembangan model bahan ajar, dan pengembangan model media diklat. Seluruh biaya pengembangan model bersumber dari P2PAUDNI Regional II Ungaran. Ditargetkan seluruh rangkaian pengembangan model harus sudah selesai pada awal bulan Desember 2012.

Namun demikian Mahmudin, salah satu Pamong Belajar BPKB DIY dalam kesempatanfocus group discussion (FGD) desain pengembangan model KMRT, mengingatkan bahwa penggunaan nama kursus pada nomenklatur KMRT kurang tepat. Memperhatikan esensi program KMRT lebih disebut sebagai diklat Kerumahtanggaan.

Lebih dari pada itu, agar program ini dapat dilaksanakan tidak sekedar menjadi model yang disimpan di arsip UPT/UPTD, maka perlu dipikirkan adanya dukungan anggaran bagi PKK atau lembaga terkait di kabupaten/kota agar program ini dapat direalisasikan.