DSC07496Yogyakarta (06/07) Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah Ditjen Dikmen pada tanggal 11-14 Juli 2013 akan menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penilik Kesetaraan Paket C di Cipayung Bogor Jawa Barat. Bimbingan teknis yang diikuti oleh 100 penilik se-Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Penilik Kesetaraan.

Memperhatikan kondisi dan praktek pendidikan kesetaraan Paket C di lapangan, kegiatan bimbingan teknis ini menjadi sangat strategis. Penilik sebagai jabatan fungsional yang memiliki tugas melakukan pengendalian mutu memiliki peran strategis dalam pencapaian standar nasional pendidikan sebagai standar minimal dalam pelaksanaan program Paket C. Di lapangan penilik menjadi tumpuan harapan untuk meningkatkan kualitas layanan program Paket C. Meluruskan praktek pembelajaran yang kurang tepat di lapangan.

Ada beberapa praktek pembelajaran Paket C yang tidak sesuai dengan standar isi dan standar proses, antara lain pemetaan satuan kredit kompetensi (SKK) dan penjadwalan mata pelajaran, tidak adanya leveling kelas, penerapan tiga bentuk pembelajaran: tatap muka, tutorial dan belajar mandiri, dan penilaian hasil belajar.

Hampir semua penyelenggara program Paket C sebelum dilakukan pencerahan dapat dipastikan tidak menghiraukan pemetaan SKK dan penjadwalan mata pelajaran. Penyusunan jadwal kegiatan pelajaran sama sekali tidak mempertimbangkan beban belajar dan pemetaan SKK yang berbasis pada tiga bentuk tatap muka, tutorial dan mandiri. Lebih dari itu, banyak yang kurang memahami apa bedanya bentuk pembelajaran tatap muka dan tutorial, serta bagaimana bentuk pembelajaran mandiri dan bagaimana mengadministrasikannya. Ini menjadi tugas penilik untuk meluruskan, sehingga sebelumnya penilik harus mempunyai pemahaman tentang hal tersebut berdasarkan standar isi pendidikan kesetaraan (Permendiknas nomor 14 Tahun 2007) dan standar proses (Permendiknas nomor 03 Tahun 2008).

Tidak adanya leveling kelas, namun berupa tingkatan pada Kejar Paket C juga jarang dipraktekkan di lapangan. Jika kita patuhi standar isi dan standar proses pendidikan kesetaraan maka sejatinya tidak ada kenaikan kelas dari setara kelas XI ke setara kelas XII, karena berdasarkan dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar tiap mata pelajaran Kejar Paket C dan dokumen standar isi tingkatan 6 derajat Mahir 2 merupakan satu kesatuan yang terdiri dari 122 SKK ditempuh dalam empat semester. Artinya tidak ada kenaikan setara kelas XI ke setara kelas XII. Silahkan dicermati dokumen-dokumen tersebut. Nah, ini juga menjadi tugas penilik kesetaraan untuk meluruskannya.

Lebih dari itu, di lapangan penilik kesetaraan diharapkan juga mampu memberikan bimbingan kepada tutor bagaimana mengemas pembelajaran mandiri bagi warga belajar dan bagaimana mengadministrasikannya. Selanjutnya juga memberikan bimbingan bagaimana mengelola pembelajaran tutorial, apa bedanya dengan pembelajaran tatap muka. Dan membimbing tutor menuangkannya dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Karena itulah kegiatan bimbingan teknis ini menurut saya sangat strategis untuk memahamkan apa yang harus dilakukan penilik di lapangan. Sudah barang tentu jika struktur materi bimbingan teknis sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Jika ternyata tidak…. ya, wassalam-lah!